BRIN Sebut Sampah Mikroplastik dari APD di Sungai Jakarta Meningkat

CNN Indonesia
Senin, 08 Agu 2022 17:30 WIB
Riset BRIN menyebut jumlah sampah mikroplastik yang berasal dari APD meningkat. Ilustrasi mikroplastik. Hasil riset BRIN menyebut jumlah sampah mikroplastik yang berasal dari APD meningkat Foto: iStockphoto/dottedhippo
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah sampah plastik karena penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di muara sungai di DKI Jakarta selama pandemi Covid-19 meningkat. Hal itu diketahui dari riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Hasil riset kolaborasi peneliti BRIN yang dikoordinasi oleh M. Reza Cordova, dengan Universitas Terbuka, Universitas Sumatera Utara, IPB University dan University of Portsmouth (United Kingdom) ini menyimpulkan mikroplastik yang terindikasi dari sampah APD dari muara sungai menuju Teluk Jakarta semasa pandemic COVID-19 mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada saat curah hujan tinggi," demikian pernyataan BRIN dalam rilis resminya.

BRIN mempublikasikan hasil penelitian pemantauan terhadap sampah plastik berukuran mikroskopik dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul "Seasonal heterogeneity and a link to precipitation in the release of microplastic during COVID-19 outbreak from the Greater Jakarta area to Jakarta Bay, Indonesia".

Tim peneliti gabungan tersebut mengambil sampel dari Maret 2020 hingga Desember 2020. Mereka mengambil sampel mikroplastik yang masuk ke Teluk Jakarta dari sembilan sungai besar yang merupakan bagian dari tiga daerah administratif.

Tujuh sungai di antaranya yakni Angke, Pluit, Ciliwung, Kali Item, Koja, Cilincing dan Marunda. Sementara, dua sisanya adalah Sungai Dadap di Tangerang, dan Sungai Bekasi di Bekasi. Para ahli tersebut kemudian mengambil sampel menggunakan jaring manta mini di bagian tengah, kiri, dan kanan sungai dengan menurunkan jaring tersebut sebanyak lima kali selama 20 menit.

Setelahnya, jaring tersebut dibersihkan menggunakan air sungai serta Double Distillate Deionized Water (DDDW) dari luar untuk memastikan semua mikroplastik tetap berada di jaringnya.

Dalam jurnal tersebut, terungkap kelimpahan sampah mikroplastik lebih tingi ada di wilayah pesisir timur Teluk Jakarta daripada bagian barat. Selain itu, mikroplastik juga ditemukan pada sembilan muara sungai yang diteliti di Kawasan Jabodetabek.

"Secara proporsi terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis, dari sebelumnya hanya sekitar 3% sesaat setelah ditemukannya kasus COVID-19 pertama di Indonesia, hingga akhirnya proporsi mikroplastik tersebut meningkat 10 kali lipat pada Desember 2020," ungkap Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, M. Reza Cordova.

Reza menambahkan, kelimpahan mikroplastik yang ditemukan ada pada kisaran 4,29 hingga 23,49 partikel mikroplastik per 1000 liter air sungai dengan rata-rata 9.02 partikel per 1000 liter air sungai yang bergerak menuju perairan Teluk Jakarta.

Penambahan tersebut bisa meningkat jika musim hujan tiba. Menurut Reza, rata-rata jumlah mikroplastik bertambah 9,02 partikel per 1000 liter air sungai.

Sementara, jumlah mikroplastik paling rendah terdapat saat musim kemarau yakni 8,01 partikel per 1000 liter air sungai.

Menyikapi hal tersebut Reza berharap masyarakat semakin giat mengurangi sampah sekali pakai. Menurutnya, diperlukan aturan yang ketat agar hal tersebut bisa terlaksana.

"Implementasi dari aturan yang ketat, pemberian sosialisasi dan pemahaman publik, diperlukan untuk mempromosikan metode pembuangan yang benar dan perubahan sistemik dalam pengelolaan sampah plastik, khususnya plastik sekali pakai." jelas Reza.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER