Asteroid Sebesar Paus Biru 'Sapa' Bumi Jumat Besok

CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2022 08:30 WIB
Asteroid yang diberi nama 2015 FF itu akan menyapa Bumi pada Jumat (12/8) Asteroid berukuran sebesar ikan paus akan melintasi Bumi, Jumat (12/8) Foto: iStockphoto
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah asteroid raksasa berukuran sebesar paus akan melintas dekat dengan Bumi pada Jumat (12/8).

Asteroid yang diberi nama 2015 FF ini diperkirakan berdiameter sekitar 13 hingga 28 meter), atau kira-kira sepanjang tubuh paus biru dewasa yang memiliki nama latin Balaenoptera musculus.

Asteroid 2015 FF diperkirakan akan meluncur melewati Bumi dengan kecepatan 33.012 kilometer per jam.

Pada pergerakan terdekatnya, asteroid yang bergerak dengan kecepatan sekitar 27 kali kecepatan suara ini akan berada dalam jarak sekitar 4,3 juta kilometer dari Bumi.

Jarak tersebut sekitar delapan kali jarak rata-rata antara Bumi dan Bulan sehingga diketagorikan near-Earth object (NEO) sekaligus objek berpotensi membahayakan.

Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), benda langit yang berada kurang dari 193 juta kilometer dari Bumi dikategorikan sebagai NEO. Sementara benda langit yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan berada pada jarak kurang dari 7,5 juta kilometer dikategorikan sebagai objek langit berpotensi membahayakan, seperti dikutip Live Science.

Mengutip Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), asteroid 2015 FF akan berada pada titik terdekat dengan Bumi pada Jumat (12/8) pada pukul 08.09 PDT atau 20.09 WIB.

Lebih lanjut, NASA mengetahui lokasi dan orbit sekitar 28.000 asteroid yang dipetakannya dengan Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS). Sistem ini merupakan susunan empat teleskop yang mampu melakukan pemindaian lengkap seluruh langit malam setiap 24 jam sekali.

Sejak ATLAS beroperasi pada 2017, sistem pemetaan ini telah mendeteksi lebih dari 700 asteroid dekat Bumi dan 66 komet.

Dua asteroid yang terdeteksi oleh ATLAS, 2019 MO dan 2018 LA dilaporkan benar-benar menabrak Bumi. Asteroid pertama meledak di lepas pantai selatan Puerto Rico, sementara yang mendarat di dekat perbatasan Botswana dan Afrika Selatan. Untungnya, dua asteroid itu kecil dan tidak menyebabkan kerusakan apa pun.

NASA telah memperkirakan lintasan semua objek dekat Bumi di hingga akhir abad ini. Kabar baiknya Bumi tidak berpotensi menghadapi bahaya dari tabrakan asteroid setidaknya hingga 100 tahun ke depan.

[Gambas:Video CNN]

(lom/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER