Asa Belasan Tahun Mazda Dirikan Pabrik di Indonesia
CNN Indonesia
Jumat, 19 Agu 2022 13:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Rencana Mazda mendirikan pabrik di Indonesia. (Foto: ANTARA/Fathur Rochman)
Tangerang, CNN Indonesia --
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) atau agen pemegang merek Mazda di Indonesia mengklaim ada wacana Mazda akan membangun fasilitas perakitan di Indonesia.
Dalam beberapa bulan terakhir, Mazda dikabarkan akan membangun fasilitas produksi menjadi sorotan karena sebelumnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungan kerjanya ke Jepang coba melobi berbagai perusahaan otomotif Jepang, salah satunya Mazda untuk berinvestasi dan membangun pabrik mobil di Indonesia.
Gayung bersambut, Managing Director PT EMI Ricky Thio mengatakan investasi prinsipal Mazda mulai terungkap. Tim Mazda diakui akan berkunjung ke Indonesia akhir tahun ini untuk dalam upaya membangun fasilitas perakitan di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mencapai titik terang untuk local assembly. Rencananya di akhir tahun ini kami mulai kick start. Maksudnya mulai mempelajari," ujar Ricky Thio mengutip detik.
Saat ini Mazda masih mengandalkan impor mobil dari Jepang. Kendati demikian, bukan berarti Mazda tidak pernah merakit mobil di Tanah Air dengan merek sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mazda sempat menjual mobil produksi dalam negeri, yakni VX-1, rebadge dari Suzuki Ertiga, namun mobil ini dirakit Suzuki Indomobil Motor, atau saat merek itu berada di bawah naungan Indomobil Grouo.
Lalu saat ini produk pikap Mazda Bongo juga diproduksi di Indonesia, oleh Astra Daihatsu Motor. Namun produk ini tidak dijual di dalam negeri, melainkan untuk pasar ekspor.
Isyarat Mazda membangun fasilitas produksi sudah sejak belasan tahun lalu saat di bawah PT Mazda Motor Indonesia (MMI), namun terkendala volume penjualan Mazda di Indonesia di bawah 20 ribu per tahun.
Penjualan Mazda di Indonesia dianggap belum maksimal untuk membangun manufaktur di Indonesia.
Hal ini sempat ditegaskan Mazda 9 tahun silam di Tokyo mengutip detik. Saat itu Mazda memilih mendongkrak citra merek mobil dan meningkatkan pelayanan daripada mendirikan fasilitas produksi.
Menurut pabrikan, meningkatkan kepuasan pelayanan kepada konsumen bisa berkontribusi mendongkrak penjualan di Indonesia.
Asa membangun pabrik di Indonesia
Asa membangun pabrik Mazda di Indonesia belum pupus. EMI selaku perpanjangan tangan prinsipal terus meyakinkan prinsipal dibantu Kemenperin.
Salah satu agenda Menperin Agus dalam perjalanan kerja ke Jepang yaitu melobi produsen otomotif untuk melakukan investasi di Tanah Air dan memperluas jangkauan ekspor. Pemerintah ingin mengeksplorasi ekspor mobil buatan Indonesia ke Australia.
Tapi dalam percakapan saat itu Agus bilang Mazda juga memiliki maksud lain yaitu menggandeng Indonesia untuk ambisi mobil listrik.
"Mazda menyampaikan keinginan punya rantai pasok dari Indonesia khususnya baterai. Rencana bisnisnya 2030 Mazda hanya akan menghasilkan mobil listrik jadi yang didorong ke Indonesia kerjasama dengan itu," kata Agus tahun lalu.
Menurut Agus, Mazda masih dalam tahan diskusi internal dan belum bisa menjelaskan secara rinci terkait ajakan pemerintah Indonesia.
Belum lagi dorongan pemerintah agar Mazda memproduksi mobil di Indonesia dan ekspor ke Australia. Mazda berpeluang ekspor mobil dari Indonesia ke negara tersebut.
Pasar negara itu juga menjanjikan sebab permintaan mobil ke sana mencapai 1 juta unit per tahun. Saat ini baru Toyota melalui Fortuner yang sudah melakukan ekspor dalam bentuk utuh ke Australia dari Indonesia.
Di sisi lain penjualan produk Indonesia ke Australia juga telah mendapat dukungan lewat perjanjian IA-CEPA atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement sejak 2020.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi membenarkan rencana Mazda yang hendak mendirikan pabrik perakitan di Tanah Air.
"Iya, jadi mereka memang merencanakan assembly di Indonesia. Tapi detailnya Gaikindo tidak ikutan," kata Nangoi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (18/8).
Nangoi menolak mengurai maksud dari rencana investasi tersebut, termasuk soal target merek Jepang ini ke pasar di negeri kanguru.
"Belum tau, orang mereka baru mau bikin fasilitasnya di sini. Belum mulai. Nanti dulu," kata Nangoi.
Tangerang, CNN Indonesia --
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) atau agen pemegang merek Mazda di Indonesia mengklaim ada wacana Mazda akan membangun fasilitas perakitan di Indonesia.
Dalam beberapa bulan terakhir, Mazda dikabarkan akan membangun fasilitas produksi menjadi sorotan karena sebelumnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungan kerjanya ke Jepang coba melobi berbagai perusahaan otomotif Jepang, salah satunya Mazda untuk berinvestasi dan membangun pabrik mobil di Indonesia.
Gayung bersambut, Managing Director PT EMI Ricky Thio mengatakan investasi prinsipal Mazda mulai terungkap. Tim Mazda diakui akan berkunjung ke Indonesia akhir tahun ini untuk dalam upaya membangun fasilitas perakitan di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mencapai titik terang untuk local assembly. Rencananya di akhir tahun ini kami mulai kick start. Maksudnya mulai mempelajari," ujar Ricky Thio mengutip detik.
Saat ini Mazda masih mengandalkan impor mobil dari Jepang. Kendati demikian, bukan berarti Mazda tidak pernah merakit mobil di Tanah Air dengan merek sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mazda sempat menjual mobil produksi dalam negeri, yakni VX-1, rebadge dari Suzuki Ertiga, namun mobil ini dirakit Suzuki Indomobil Motor, atau saat merek itu berada di bawah naungan Indomobil Grouo.
Lalu saat ini produk pikap Mazda Bongo juga diproduksi di Indonesia, oleh Astra Daihatsu Motor. Namun produk ini tidak dijual di dalam negeri, melainkan untuk pasar ekspor.
Isyarat Mazda membangun fasilitas produksi sudah sejak belasan tahun lalu saat di bawah PT Mazda Motor Indonesia (MMI), namun terkendala volume penjualan Mazda di Indonesia di bawah 20 ribu per tahun.
Penjualan Mazda di Indonesia dianggap belum maksimal untuk membangun manufaktur di Indonesia.
Hal ini sempat ditegaskan Mazda 9 tahun silam di Tokyo mengutip detik. Saat itu Mazda memilih mendongkrak citra merek mobil dan meningkatkan pelayanan daripada mendirikan fasilitas produksi.
Menurut pabrikan, meningkatkan kepuasan pelayanan kepada konsumen bisa berkontribusi mendongkrak penjualan di Indonesia.
Asa membangun pabrik di Indonesia
Masih Ada Harapan Dirikan Pabrik Mazda di Indonesia
Mazdam CX-3 salah satu model populer Mazda di dunia. (Foto: CNN Indonesia/Daniela)
Asa membangun pabrik Mazda di Indonesia belum pupus. EMI selaku perpanjangan tangan prinsipal terus meyakinkan prinsipal dibantu Kemenperin.
Salah satu agenda Menperin Agus dalam perjalanan kerja ke Jepang yaitu melobi produsen otomotif untuk melakukan investasi di Tanah Air dan memperluas jangkauan ekspor. Pemerintah ingin mengeksplorasi ekspor mobil buatan Indonesia ke Australia.
Tapi dalam percakapan saat itu Agus bilang Mazda juga memiliki maksud lain yaitu menggandeng Indonesia untuk ambisi mobil listrik.
"Mazda menyampaikan keinginan punya rantai pasok dari Indonesia khususnya baterai. Rencana bisnisnya 2030 Mazda hanya akan menghasilkan mobil listrik jadi yang didorong ke Indonesia kerjasama dengan itu," kata Agus tahun lalu.
Menurut Agus, Mazda masih dalam tahan diskusi internal dan belum bisa menjelaskan secara rinci terkait ajakan pemerintah Indonesia.
Belum lagi dorongan pemerintah agar Mazda memproduksi mobil di Indonesia dan ekspor ke Australia. Mazda berpeluang ekspor mobil dari Indonesia ke negara tersebut.
Pasar negara itu juga menjanjikan sebab permintaan mobil ke sana mencapai 1 juta unit per tahun. Saat ini baru Toyota melalui Fortuner yang sudah melakukan ekspor dalam bentuk utuh ke Australia dari Indonesia.
Di sisi lain penjualan produk Indonesia ke Australia juga telah mendapat dukungan lewat perjanjian IA-CEPA atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement sejak 2020.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi membenarkan rencana Mazda yang hendak mendirikan pabrik perakitan di Tanah Air.
"Iya, jadi mereka memang merencanakan assembly di Indonesia. Tapi detailnya Gaikindo tidak ikutan," kata Nangoi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (18/8).
Nangoi menolak mengurai maksud dari rencana investasi tersebut, termasuk soal target merek Jepang ini ke pasar di negeri kanguru.
"Belum tau, orang mereka baru mau bikin fasilitasnya di sini. Belum mulai. Nanti dulu," kata Nangoi.