Roket Artemis 1 Lolos Tes Bahan Bakar, Segera Pergi ke Bulan?

CNN Indonesia
Jumat, 23 Sep 2022 09:00 WIB
Roket Artemis 1 uji bahan bakar yang krusial, Rabu (21/9). Kapan wahana ini meluncur ke Bulan? Roket SLS Artemis I lolos tes bahan bakar. (Foto: REUTERS/JOE SKIPPER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Roket Artemis 1 milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa (NASA) telah lulus uji bahan bakar, Rabu (21/9). Apakah roket itu sudah siap untuk segera meluncur?

Misi Artemis 1 direncanakan berada di jalur untuk lepas landas pada 27 September. Roket itu akan mengirim kapsul Orion tanpa awak ke orbit menggunakan roket Space Launch System (SLS) raksasa.

NASA mencoba meluncurkan misi pada 3 September lalu, tetapi gagal karena kebocoran propelan hidrogen cair pada "pemutusan cepat" di tahap inti SLS atau antarmuka yang menghubungkan roket dengan saluran bahan bakar dari menara peluncuran selulernya.

Tim Artemis 1 mengganti dua segel di sekitar pemutusan cepat pada 9 September, kemudian menjadwalkan tes pengisian bahan bakar untuk melihat apakah perbaikan berhasil.

Tes itu berlangsung pada Rabu di Launch Pad 39B di Kennedy Space Center (KSC) NASA di Florida, dan membawa kabar baik untuk misi tersebut.

"Semua tujuan yang kami tetapkan dapat kami capai hari ini," kata direktur peluncuran Artemis Charlie Blackwell-Thompson, dikutip Space.

Personel Artemis 1 juga melihat kebocoran hidrogen yang berbeda selama pre tes tekanan, yang juga merupakan bagian dari kegiatan hari Rabu.

Tes ini memungkinkan para insinyur untuk mengkalibrasi pengaturan yang digunakan untuk mengkondisikan mesin sebelum hari peluncuran, untuk mengurangi risiko jadwal selama hitungan mundur pada hari peluncuran.

NASA saat ini mengincar 27 September sebagai target peluncuran untuk Artemis 1, dan jika meleset akan digeser menjadi 2 Oktober.

Mengutip situs resmi NASA, beberapa hal harus dilakukan Artemis 1 agar misi tersebut dapat diluncurkan dalam dua minggu ke depan juga. Cuaca juga dianggap harus bekerja sama, dan itu menjadi hal yang tidak pernah bisa dipastikan di Space Coast Florida.

Misi tersebut juga harus mendapatkan pengabaian sertifikasi sistem terminasi penerbangan (FTS), yang dirancang untuk menghancurkan SLS jika menyimpang dari jalur saat peluncuran.

Angkatan Luar Angkasa AS, yang mengawasi Rentang Timur untuk peluncuran roket, mengesahkan FTS Artemis 1 selama 25 hari, dan waktu itu sekarang sudah habis.

"Saat ini, kami masih dalam proses melakukan diskusi teknis dengan Range," kata Tom Whitmeyer, wakil administrator asosiasi NASA.

Jika semuanya berjalan lancar, Artemis 1 dan Artemis 2 akan meluncurkan astronaut untuk mengelilingi bulan pada 2024, dan Artemis 3 akan meletakkan sepatu bot di dekat kutub selatan bulan satu atau dua tahun kemudian.

Program Artemis pada akhirnya bertujuan untuk membangun kehadiran manusia jangka panjang di sekitar bulan, dan menggunakan keterampilan serta pengetahuan yang diperoleh untuk membawa astronaut ke Mars pada akhir 2030-an atau awal 2040-an.

(can/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER