BMKG Bantah Tsunami 20 Meter Intai Jakarta

CNN Indonesia
Rabu, 28 Sep 2022 06:20 WIB
BMKG menyebut kabar potensi tsunami setinggi 20 meter bisa sampai ke Jakarta sebagai hoaks. Lalu, berapa potensi sebenarnya? Ilustrasi. Pakar menyebut kabar tsunami 20 meter bisa sampai Jakarta hoaks. (Foto: Istockphoto/johnnorth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono Sutopawiro membantah ada potensi tsunami capai Jakarta setinggi 20 meter.

Ia mengatakan berdasarkan pemodelan gelombang tsunami yang mungkin sampai DKI hanya setengah meter.

"0,5 meter, setengah meter saja," kata Daryono, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9), tanpa merinci lebih lanjut pemodelan gelombang itu.

Sebelumnya, muncul pemberitaan yang menyebut potensi tsunami lebih dari 20 meter di Pulau Jawa. Namun, potensi tersebut belum dapat dipastikan kapan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/2), sempat mengungkap empat sumber potensi gempa bumi dan tsunami di Selat Sunda.

Pertama, Zona Sumber Gempa Megathrust yang berstatus rawan gempa bumi dan tsunami. Kedua, Zona Sesar Mentawai, Sesar Semangko, dan Sesar Ujung Kulon juga berstatus rawan gempa bumi dan tsunami.

Ketiga, Zona Graben Selat Sunda, berstatus rawan longsor dasar laut yang dapat membangkitkan tsunami. Keempat, Gunung Anak Krakatau yang dapat memicu tsunami jika meletus.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa yang bersumber di Zona Megathrust Selat Sunda memiliki potensi kekuatan dengan Magnitudo 8,7.

"Berdasarkan penelitian dan pemodelan yang dilakukan BMKG, jika terjadi gempa yang bersumber di Zona Megathrust Selat Sunda, maka terdapat potensi gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 8,7," kata Dwikorita dalam keterangan tertulis, Rabu (16/2).

Terpisah, Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas mengatakan pemodelan dengan menggunakan Megathrust Selat Sunda bisa memicu potensi tsunami mencapai 20 meter di wilayah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, yang merupakan pesisir pantai selatan pulau Jawa.

Kemudian, kata dia, gelombang tsunami yang diperkirakan mencapai kecepatan 40 km/jam itu masuk ke wilayah Merak, Banten, dengan ketinggian 8 meter, untuk kemudian masuk ke wilayah Jakarta.

"Terus [gelombang tsunami] menjalar ke Laut Jawa, akhirnya sekitar tiga jam itu nyampe ke Jakarta sekitar 1 meter," kata Heri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/9).

Karena penurunan tanah yang membuat posisi sebagian Jakarta di bawah laut, Heri memprediksi ketinggian tsunami di DKI mencapai 2 meter.

"Jakarta kan ada yang di bawah laut ketinggiannya, berarti kira-kira tsunami dikali dua, jadi 2 meter," tambah dia, yang juga meneliti penurunan tanah Jakarta puluhan tahun.

Heri mengakui "belum ada peneliti di dunia memprediksi gempa secara akurat dalam sisi posisi waktu."

"Tetapi menariknya akurasi energi [gempa]-nya apakah ada sekarang? Ada. Itu terukur dari pengamatan GNNS (Global Navigation Satellite System) itu keliatan di selatan Jabar sampai Banten keangkat pantainya. Kalau situasi terangkat berarti ada energi besar yang mengangkatnya," tandas di.

"Itu data yang berbicara bukan perkiraan. Tinggal waktu ya itu nobody knows," tandas dia.

(can/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER