Ahli Temukan Sparkler Galaxy, Rumah Bintang Tertua di Semesta

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Okt 2022 16:00 WIB
Para ahli dari Kanada menemukan Sparkler Galaxy yang merupakan rumah klaster globular. Teleskop James Webb menghasilkan gambar SMACS 0723 yang merupakan gambar galaksi terjelas. Foto: (NASA/ESA/CSA/STScI via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ahli menemukan klaster galaksi unik setelah meneliti foto hasil tangkapan teleskop James Webb milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Klaster tersebut disebut dengan Sparkler Galaxy.

Mengutip Space, James Webb telah menghasilkan foto berisi berbagai galaksi pada 11 Juli lalu. Foto itu merupakan foto inframerah galaksi terdalam yang pernah dihasilkan.

Para astronom dari Kanada kemudian memperbesar foto tersebut dan melihat sebuah galaksi terletak sembilan miliar tahun jauhnya dari Bumi. Mereka menyebutnya dengan Sparkler Galaxy karena beberapa obyek yang mengelilinginya mirip titik kuning-merah yang berkelap-kelip.

Bagi para ilmuwan, Sparkler sangat mengesankan karena bentuknya yang renggang. Namun obyek-obyek yang mengilinginya juga tak kalah menarik minat.

Pasalnya, obyek-obyek itu boleh jadi klaster globular (bulat) bintang yang terjauh yang pernah ditemukan par astronom. Klaster globular adalah sekumpulan bintang kuno yang berasal dari masa bayi galaksi.

Alhasil, klaster itu mungkin berisi petunjuk tentang fase awal formasi galaksi beserta pertumbuhan dan evolusinya. Dari 12 obyek yang mengelilingi Sparkler Galaxy, para ahli dari Kanada yang tergabung dalam Canadian NIRISS Unbiased Cluster Survey (CANUCS), menemukan lima di antaranya benar-benar klaster globular.

Lebih lanjut, kelimanya bahkan mungkin menjadi klaster globular tertua yang pernah dilihat. Boleh jadi, lima klaster itu bahkan berasal dari saat semesta menghasilkan bintang-bintang pertamanya.

"Benar-benar mengejutkan bagi kami bahwa kami bisa menemukan obyek seunik itu dan secepat ini dari data teleskop James Webb," kata Katrtheik G. Iyer, astronom dari University of Toronto.

"Berdasarkan analisis kami, kami menemukan bahwa kebanyakan kelap-kelip di sekitar tubuh utama dari galaksi, benar-benar sangat besar dan tua," ujarnya menambahkan.

Kartheik menambahkan, pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan bisa memicu penelitian lain dan pencarian obyek serupa. Melansir Science alert, sejauh ini sudah ada 150 klaster globular yang telah diketahui di Bima Sakti.

Klaster-klaster itu pun sangat padat dan berbentuk bulat dengan 100 ribu hingga 1 juta bintang di dalamnya. Bintang-bintang itu pun berusia sama dan seringnya sangat tua, beberapa di antaranya bahkan setua semesta.

Bintang-bintang itu dinilai sebagai 'fosil' yang bisa memberitahu manusia soal keadaan semesta waktu itu dan saat bintang dibentuk. Namun demikian, manusia masih belum diketahui bagaimana bintang-bintang tersebut terbentuk atau asalnya.

Teleskop James Webb merupakan teleskop tercanggih milik NASA. Ia sudah menghasilkan gugus galaksi SMACS 0723, yang merupakan foto semesta terjauh, 4,6 miliar tahun.

Teleskop James Webb bekerja dengan mengumpulkan cahaya melintasi seluruh spektrum merah hingga tengah infra merah. Itu merupakan gelombang cahaya yang diblok oleh atmosfer Bumi.

Teleskop James Webb bisa memproduksi foto yang tingkat ketajamannya belum pernah dicapai teleskop lain. Itu dilakukannya lewat cermin besar beserta infra merah yang menghalangi bayangan Matahari, Bumi dan Bulan.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER