101 SCIENCE

Apakah Hantu itu Nyata?

CNN Indonesia
Jumat, 02 Des 2022 09:21 WIB
Masalah hantu menjadi perdebatan tanpa akhir terutama soal keberadaannya. Pernahkah sains bisa membuktikan keberadaannya? Ilustrasi. Bisakah sains membuktikan keberadaan hantu? (Foto: iStockphoto/EricVega)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terlepas dari sejumlah kesaksian soal fenomena kehadiran hantu di berbagai media maupun rekan dekat, bisakah sains sejauh ini membuktikan keberadaan makhluk halus ini?

Dikutip dari LiveScience, fenomena hantu adalah salah satu fenomena paranormal yang paling banyak dipercaya.

Jutaan orang tertarik dengan cerita dari orang dekat maupun internet, seperti cerita-cerita hantu di forum Reddit maupun utas di Twitter setiap hari. Salah satu contoh yang sempat viral adalah kisah KKN di desa penari.

Bagi banyak orang, kisah itu tak sekadar hiburan, tapi juga kepercayaan. Jajak pendapat Ipsos pada 2019 menemukan 46 persen orang Amerika Serikat mengaku benar-benar percaya pada hantu.

Ada pula klub hantu yang didedikasikan untuk mencari bukti hantu di universitas bergengsi, termasuk Cambridge dan Oxford serta Society for Psychical Research pada 1882.

Meski begitu, sejauh ini hantu belum dapat dibuktikan secara ilmiah dan empirik, tak sekadar cerita dari mulut ke mulut, jari ke jari, atau foto hasil edit, dan keyakinan priabadi. Apa penyebab susahnya membuktikan itu nyata?

Definisi hantu tak jelas

Kesulitan dalam menyelidiki hantu dimulai dengan ketiadaan definisi yang disepakati secara universal tentang apa itu hantu. Terlalu banyaknya fenomena yang dikaitkan dengannya, mulai dari masalah pintu menutup sendiri hingga perasaan didatangi keluarga yang sudah meninggal.

Hal itu terungkap dalam riset Sosiolog Dennis dan Michele Waskul yang mewawancarai orang-orang yang pernah merasakan sosok kehadiran hantu pada 2016.

"Banyak responden kami hanya yakin bahwa mereka telah mengalami sesuatu yang luar biasa sesuatu yang tidak dapat dijelaskan, luar biasa, misterius, atau menakutkan," katanya.

Pengalaman pribadi adalah satu hal yang menjadi bukti kepercayaan akan adanya hantu. Tetapi bukti ilmiah adalah masalah lain.

Beberapa percaya mereka adalah roh orang mati yang karena alasan apa pun "tersesat" dalam perjalanan ke alam lain yang lain. Ada pula yang menilai hantu adalah entitas telepati yang diproyeksikan ke dunia dari pikiran kita.

Ada banyak kontradiksi yang melekat dalam gagasan tentang hantu. Misalnya, hantu berwujud atau tidak, dapat bergerak melalui benda padat tanpa mengganggu, atau dapat membanting pintu hingga tertutup dan melemparkan benda ke seberang ruangan.

Belum ada teknologi alam gaib

Peneliti lain mengklaim alasan hantu belum terbukti ada adalah karena manusia belum memiliki teknologi yang tepat untuk menemukan atau mendeteksi dunia roh.

Para pemburu hantu menggunakan banyak metode kreatif (dan meragukan) untuk mendeteksi keberadaan roh. Banyak yang terinsipirasi dari alat Psychokinetic Energy (PKE) Meter dalam film Ghostbusters.

Misalnya, Geiger, detektor Medan Elektromagnetik (EMF), detektor ion, kamera infra merah, dan mikrofon sensitif. Namun tidak satu pun dari peralatan ini yang pernah terbukti benar-benar mendeteksi hantu.

Dalam sebuah artikel berjudul Things That Go Bump in the Literature: An Environmental Appraisal of "Haunted Houses"para pakar menyebut riset-riset tentang rumah hantu kebanyakan inkonsisten atau lemah.

Lihat Juga :

Selain itu, menurut para ahli, studi yang dibuat berfokus kepada suasana rumah seperti level pencahayaan, kualitas udara, suhu, dan medan magnet. 

Cocoklogi teori ilmiah

Banyak pemburu hantu mencocok-cocokan teori ilmiah sebagai bukti keberadaan makhluk gaib. Salah satu yang diusung adalah teori Albert Einstein, salah satu fisikawan terbesar sepanjang masa.

Pencarian via Google Search sempat menghasilkan hampir 8 juta hasil yang mengklaim hubungan antara hantu dan karya Einstein yang meliputi konservasi energi.

Misalnya, peneliti hantu John Kachuba, dalam bukunya "Ghosthunters" (2007, New Page Books), menulis, "Einstein membuktikan bahwa semua energi alam semesta adalah konstan dan tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. ... Jadi apa yang terjadi pada energi itu ketika kita mati? Jika tidak dapat dihancurkan, maka, menurut Dr. Einstein, energi itu harus diubah menjadi bentuk energi lain. Apakah energi baru itu? ... Bisakah kita menyebut ciptaan baru itu hantu?"

Lihat Juga :

Ide ini muncul - dan diklaim sebagai bukti keberadaan hantu - di hampir semua situs web bertema makhluk halus.

Contohnya, kelompok Tri County Paranormal menyatakan, "Albert Einstein mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, ia hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ketika kita hidup, kita memiliki energi listrik di dalam tubuh kita. ... Apa terjadi pada listrik yang ada di tubuh kita, menyebabkan jantung kita berdetak dan memungkinkan kita bernapas? Tidak ada jawaban yang mudah untuk itu."

Sebagai catatan, hukum kekekalan energi bukan pertama kali dinyatakan oleh Einstein, tapi oleh fisikawan Émilie du Châtelet. Teori relativitas Einstein menegaskan bahwa kekekalan energi dan massa terkait.

Klaim-klaim itu punya kelemahan mendasar. Saat seseorang meninggal, energi dalam tubuhnya pergi ke tempat energi semua organisme pergi setelah matu: ke lingkungan.

Lihat Juga :

Ketika manusia mati, energi yang disimpan dalam tubuhnya dilepaskan dalam bentuk panas, dan dipindahkan ke hewan yang memakan jasad kita, seperti cacing dan bakteri, tumbuhan pun turut menyerapnya.

Jika kasusnya kremasi, energi dalam tubuh kita dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya.

Sebagian besar "energi" yang ditinggalkan oleh orang mati membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk masuk kembali ke lingkungan dalam bentuk makanan; sisanya menghilang tak lama setelah kematian.

[Gambas:Video CNN]

(can/lth)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER