Deret Daerah RI Diprediksi 'Tersengat' Panas Hingga 40 Derajat Celsius
CNN Indonesia
Selasa, 10 Okt 2023 06:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Sejumlah daerah diprediksi bisa 'tersengat' panas dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius.(Foto: iStock/PraewBlackWhile)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cuaca panas menyengat sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan memprediksi suhu panas di Indonesia bisa tembus hingga 40 derajat Celsius.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan suhu panas di Indonesia berkenaan dengan hawa panas yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia di tengah musim kemarau. Tidak hanya itu, tren global juga menunjukkan peningkatan suhu di berbagai belahan dunia imbas perubahan iklim.
"Kami memprediksi dari hitungan kami sampai Oktober ini dimungkinkan dapat terjadi suhu udara permukaan mencapai 40 derajat Celsius," kata Dwikorita di program CNN Indonesia Connected, Jumat (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dwikorita setidaknya ada dua faktor yang membuat sejumlah wilayah di RI kian panas, yakni fenomena 'pengering' hujan alias El Nino dan gerak semu Matahari.
Lalu, daerah mana saja yang diprediksi bakal 'tersengat' suhu panas hingga 40 derajat Celsius? Berikut rangkumannya:
Semarang
Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang diprediksi jadi salah satu daerah yang bakal tersengat cuaca panas hingga 40 derajat Celsius.
Prakirawan Kantor Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim mengatakan suhu di wilayah Semarang terbilang panas dalam 30 tahun terakhir.Bahkan, menurut dia, cuaca panas di Semarang bisa menembus 40 derajat Celsius.
"Suhu udara harian selama Oktober rata-rata berkisar antara 36-37 derajat pada jam 13.00-14.00 WIB. Tapi berdasarkan data selama 30 tahun terakhir kemungkinan suhu udara bisa mencapai 40 derajat untuk wilayah Pantura termasuk Semarang, Pesisir Jawa Tengah bagian timur," kata Haris.
Merujuk laman pemantau suhu, AccuWeather, suhu di Semarang pada Senin (9/10), mencapai 39 derajat Celsius, tapi terasa seperti 42 derajat Celsius. Laman ini juga memprediksi bahwa suhu serupa bakal terjadi di Semarang pada 20 Oktober 2023.
Surabaya
Mengutip Antara, beberapa daerah di Indonesia yang diprediksi mengalami suhu panas ekstrem, di antaranya adalah Kota Surabaya. Dalam laporannya, Antara menyebut, suhu udara maksimal diprakirakan mencapai 43 derajat Celsius di Kota Surabaya pada pertengahan Oktober 2023.
Merujuk AccuWeather, suhu di Surabaya bakal tembus lebih dari 40 derajat Celsius mulai tanggal 19 sampai 22 Oktober. Rinciannya, 19 Oktober suhu diprakirakan mencapai 42 derajat Celsius, 20 Oktober (42 derajat Celsius), 21 Oktober (42 derajat celsius), dan 22 Oktober (41 derajat Celsius).
Namun begitu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan bahwa kemungkinan sangat kecil suhu tembus hingga lebih dari 40 derajat Celsius, karena secara statistik, suhu maksimum di Indonesia tidak pernah mencapai 42 derajat.
"Saya meragukan suhu yang disampai oleh AccuWeather karena secara statistik di Indonesia suhu maksimum itu belum pernah mencapai 42 derajat. AccuWeather juga tidak punya alat di Indonesia," ucap Guswanto, mengutip Detik.
Dan Bumi pun Makin Panas (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)
Penyebab Indonesia panas banget di halaman berikutnya...
Makassar
Selain Semarang dan Surabaya, wilayah yang diprediksi bakal 'tersengat' suhu panas lainnya adalah Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pantauan di situs deteksi panas AccuWeather, suhu di Makassar diprediksi mencapai 38 derajat pada 19-21 Oktober 2022.
Belakangan juga viral kabar di media sosial kalau suhu panas di Makassar bisa tembus hingga 40 derajat pada 10 Oktober.
Namun, BMKG Makassar mengaku tidak pernah mengeluarkan prakiraan suhu udara tembus 40 derajat Celsius.
"BMKG Makassar tidak pernah mengeluarkan perkiraan sampai suhu 40 derajat celcius," kata Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Makassar Rizky Yudha P, mengutip Detik.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan mengatakan suhu panas di sejumlah wilayah RI itu dipengaruhi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole(IOD) yang diprakirakan mencapai puncak pada Oktober 2023.
"Kenapa Oktober panas banget? Kalau hanya El Nino 3.4 saja kita akan terkecoh, tapi puncak IOD itu sepertinya jatuh pada Oktober," kata Eddy dikutip dari Antara.
"Pemanasan berasal dari wilayah timur, yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Timur termasuk Surabaya. Tidak ada El Nino saja panasnya seperti itu di Surabaya, (apalagi) ditambah El Nino dan IOD yang mencapai puncak periode Oktober," tambahnya.
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normalnya di Samudra Pasifik bagian tengah.
Menurut Eddy, El Nino 3.4 sudah bergerak mendekati wilayah Indonesia dan kondisi itu menyebabkan peningkatan suhu di atas rata-rata.
Kedua fenomena osilasi suhu air permukaan laut itu-El Nino di Samudera Pasifik dan IOD di sebelah barat Samudera Hindia-menyebabkan negara-negara yang terletak di garis khatulistiwa seperti Indonesia merasakan dampak cukup masif.
Menurut Eddy semua uap air dan awan hujan ditarik ke arah utara dan barat karena pusat tekanan rendah berada di Samudera Pasifik dan sebelah barat Samudera Hindia tempat terjadinya El Nino dan IOD.
Kondisi itu membuat Indonesia yang terletak di antara kedua fenomena tersebut mengalami musim kering yang cenderung panjang.
Cuaca panas menyengat sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan memprediksi suhu panas di Indonesia bisa tembus hingga 40 derajat Celsius.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan suhu panas di Indonesia berkenaan dengan hawa panas yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia di tengah musim kemarau. Tidak hanya itu, tren global juga menunjukkan peningkatan suhu di berbagai belahan dunia imbas perubahan iklim.
"Kami memprediksi dari hitungan kami sampai Oktober ini dimungkinkan dapat terjadi suhu udara permukaan mencapai 40 derajat Celsius," kata Dwikorita di program CNN Indonesia Connected, Jumat (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dwikorita setidaknya ada dua faktor yang membuat sejumlah wilayah di RI kian panas, yakni fenomena 'pengering' hujan alias El Nino dan gerak semu Matahari.
Lalu, daerah mana saja yang diprediksi bakal 'tersengat' suhu panas hingga 40 derajat Celsius? Berikut rangkumannya:
Semarang
Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang diprediksi jadi salah satu daerah yang bakal tersengat cuaca panas hingga 40 derajat Celsius.
Prakirawan Kantor Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim mengatakan suhu di wilayah Semarang terbilang panas dalam 30 tahun terakhir.Bahkan, menurut dia, cuaca panas di Semarang bisa menembus 40 derajat Celsius.
"Suhu udara harian selama Oktober rata-rata berkisar antara 36-37 derajat pada jam 13.00-14.00 WIB. Tapi berdasarkan data selama 30 tahun terakhir kemungkinan suhu udara bisa mencapai 40 derajat untuk wilayah Pantura termasuk Semarang, Pesisir Jawa Tengah bagian timur," kata Haris.
Merujuk laman pemantau suhu, AccuWeather, suhu di Semarang pada Senin (9/10), mencapai 39 derajat Celsius, tapi terasa seperti 42 derajat Celsius. Laman ini juga memprediksi bahwa suhu serupa bakal terjadi di Semarang pada 20 Oktober 2023.
Surabaya
Mengutip Antara, beberapa daerah di Indonesia yang diprediksi mengalami suhu panas ekstrem, di antaranya adalah Kota Surabaya. Dalam laporannya, Antara menyebut, suhu udara maksimal diprakirakan mencapai 43 derajat Celsius di Kota Surabaya pada pertengahan Oktober 2023.
Merujuk AccuWeather, suhu di Surabaya bakal tembus lebih dari 40 derajat Celsius mulai tanggal 19 sampai 22 Oktober. Rinciannya, 19 Oktober suhu diprakirakan mencapai 42 derajat Celsius, 20 Oktober (42 derajat Celsius), 21 Oktober (42 derajat celsius), dan 22 Oktober (41 derajat Celsius).
Namun begitu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan bahwa kemungkinan sangat kecil suhu tembus hingga lebih dari 40 derajat Celsius, karena secara statistik, suhu maksimum di Indonesia tidak pernah mencapai 42 derajat.
"Saya meragukan suhu yang disampai oleh AccuWeather karena secara statistik di Indonesia suhu maksimum itu belum pernah mencapai 42 derajat. AccuWeather juga tidak punya alat di Indonesia," ucap Guswanto, mengutip Detik.
Dan Bumi pun Makin Panas (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)
Penyebab Indonesia panas banget di halaman berikutnya...
Penyebab Indonesia Panas Banget Belakangan Ini
Ilustrasi. Sejumlah daerah diprediksi bisa 'tersengat' panas dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius. (Foto: iStockphoto/izzzy71)
Makassar
Selain Semarang dan Surabaya, wilayah yang diprediksi bakal 'tersengat' suhu panas lainnya adalah Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pantauan di situs deteksi panas AccuWeather, suhu di Makassar diprediksi mencapai 38 derajat pada 19-21 Oktober 2022.
Belakangan juga viral kabar di media sosial kalau suhu panas di Makassar bisa tembus hingga 40 derajat pada 10 Oktober.
Namun, BMKG Makassar mengaku tidak pernah mengeluarkan prakiraan suhu udara tembus 40 derajat Celsius.
"BMKG Makassar tidak pernah mengeluarkan perkiraan sampai suhu 40 derajat celcius," kata Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Makassar Rizky Yudha P, mengutip Detik.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan mengatakan suhu panas di sejumlah wilayah RI itu dipengaruhi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole(IOD) yang diprakirakan mencapai puncak pada Oktober 2023.
"Kenapa Oktober panas banget? Kalau hanya El Nino 3.4 saja kita akan terkecoh, tapi puncak IOD itu sepertinya jatuh pada Oktober," kata Eddy dikutip dari Antara.
"Pemanasan berasal dari wilayah timur, yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Timur termasuk Surabaya. Tidak ada El Nino saja panasnya seperti itu di Surabaya, (apalagi) ditambah El Nino dan IOD yang mencapai puncak periode Oktober," tambahnya.
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normalnya di Samudra Pasifik bagian tengah.
Menurut Eddy, El Nino 3.4 sudah bergerak mendekati wilayah Indonesia dan kondisi itu menyebabkan peningkatan suhu di atas rata-rata.
Kedua fenomena osilasi suhu air permukaan laut itu-El Nino di Samudera Pasifik dan IOD di sebelah barat Samudera Hindia-menyebabkan negara-negara yang terletak di garis khatulistiwa seperti Indonesia merasakan dampak cukup masif.
Menurut Eddy semua uap air dan awan hujan ditarik ke arah utara dan barat karena pusat tekanan rendah berada di Samudera Pasifik dan sebelah barat Samudera Hindia tempat terjadinya El Nino dan IOD.
Kondisi itu membuat Indonesia yang terletak di antara kedua fenomena tersebut mengalami musim kering yang cenderung panjang.