TikTok Dorong Durasi Video Lebih Panjang, Cek Alasannya
CNN Indonesia
Senin, 18 Des 2023 12:51 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. TikTok sedang berupaya memanjangkan durasi video yang lebih panjang. (Foto: AFP/LIONEL BONAVENTURE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Platform media sosial TikTok dikabarkan sedang mengupayakan memperpanjang durasi video lebih dari satu menit untuk setiap konten.
Pelopor video berdurasi pendek ini mengubah haluan dan mendorong pengguna untuk membuat dan mengonsumsi video yang lebih panjang. TikTok secara resmi akan menghentikan "program Creator Fund", dan para kreator yang ingin memonetisasi konten mereka harus bergabung dengan "Creativity Program Beta" yang baru, di mana mereka harus membuat video yang berdurasi lebih dari satu menit jika ingin dibayar oleh aplikasi.
Selama tiga tahun terakhir, TikTok mengembangkan kapasitas untuk mengunggah video yang lebih panjang di aplikasi, meningkatkan batas waktu dari satu menit menjadi tiga menit, lima menit, dan akhirnya 10 menit. Platform ini sekarang sedang menguji unggahan berdurasi 15 menit, meskipun belum tersedia secara luas, mengutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Platform ini sudah menginformasikan kepada para kreator bahwa mereka akan menutup Creator Fund di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman, sehingga mereka tidak memiliki banyak pilihan selain bergabung dengan Creativity Program yang baru jika mereka ingin terus dibayar oleh TikTok untuk konten mereka.
Di bawah program baru ini, kreator dengan 10.000 pengikut atau lebih dapat memperoleh pembayaran dari aplikasi untuk video berdurasi lebih dari satu menit yang memenuhi sejumlah kriteria lainnya.
TikTok telah mengumumkan program ini kepada para kreator dengan menyoroti video berdurasi lebih dari satu menit mendorong audience menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat konten mereka dan "membangun kepercayaan melalui lebih banyak koneksi, informasi, dan konten edukasi," menurut sebuah posting blog baru-baru ini dari perusahaan tersebut.
TikTok juga mengatakan bahwa para kreator akan mendapatkan bayaran lebih banyak per video di bawah Program Kreativitas yang baru. Dan beberapa kreator telah memposting tentang menghasilkan ribuan dolar di bulan-bulan pertama mereka dalam program ini.
Keluhan kreator
Kendati begitu, langkah TikTok ini mendapat pertentangan dari para kreator. Beberapa kreator kecewa dengan langkah ini, mereka khawatir hal ini akan menghilangkan apa yang awalnya membuat TikTok begitu populer, kemampuan untuk menelusuri berbagai jenis konten dengan cepat, dan hampir semua orang dapat dengan mudah membuat video tanpa perencanaan atau sumber daya yang ekstensif.
"Saya tidak selalu memiliki durasi satu menit," ujar Nicki Apostolou, kreator TikTok dengan hampir 150.000 pengikut yang dikenal dengan nama "recycldstardust", yang membuat konten tentang sejarah dan budaya penduduk asli Amerika di aplikasi ini.
"Saya merasa ada begitu banyak kreator di luar sana yang datang ke TikTok karena aplikasi ini adalah aplikasi video berdurasi pendek," ujarnya, "dan sekarang mereka ingin menjadi seperti 'YouTube mini', dan saya merasa hal ini mengesampingkan para kreator yang datang ke sana untuk konten berdurasi pendek."
Infografis Perjalanan Panjang Teknologi 1G Hingga 5G (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Dampak positif dari sisi bisnis di halaman berikutnya...
Juru bicara TikTok, Zachary Kizer, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan mengembangkan Creativity Program baru "berdasarkan pembelajaran dan masukan yang kami peroleh dari Creator Fund sebelumnya. Ketika kami terus mengembangkan cara-cara baru untuk memberikan penghargaan kepada para kreator dan meningkatkan pengalaman pengguna TikTok, kami menghargai masukan dan saran langsung dari komunitas kami untuk membantu mengambil keputusan."
Seorang kreator, yang dikenal sebagai "Justine's Camera Roll," mengatakan dalam sebuah video pada bulan Oktober tentang program ini bahwa bayarannya adalah "jumlah uang yang besar untuk sesuatu yang saya lakukan secara gratis."
Berdampak positif untuk bisnis
Bagi perusahaan, mendorong konten dengan bentuk yang lebih panjang bisa menjadi keputusan bisnis yang baik.
"Jauh lebih mudah untuk memonetisasi konten jika konten tersebut berbentuk lebih panjang, ada lebih banyak kemungkinan dengan iklan dan monetisasi," termasuk iklan yang ditayangkan sebelum atau selama video berlangsung, ujar Scott Kessler, pemimpin sektor teknologi di perusahaan riset Third Bridge.
Konsumen juga lebih cenderung menonton iklan pre-roll untuk video yang berdurasi lebih dari satu menit dibandingkan video yang panjangnya hampir sama dengan iklan itu sendiri.
TikTok juga telah lama menjadi tempat di mana para kreator dapat menggunakan klip pendek, yang dipasangkan dengan algoritme penemuan yang kuat dari platform ini, untuk mengarahkan pemirsa ke konten yang lebih panjang di situs lain seperti YouTube.
"Saya rasa apa yang ingin mereka lakukan adalah, mereka ingin dapat mengatakan, 'Hai para kreator, Anda bisa menayangkan video Anda secara utuh di sini, bukan hanya 30 detik pertama,'" kata Kessler.
"Model video berdurasi pendek sangat berguna ketika TikTok pertama kali diluncurkan, mereka dapat menarik orang dengan sangat cepat ke platform ini, video ini bergulir terus menerus dan berlangsung cepat," ujar Krysten Stein, seorang akademisi studi media kritis dan kandidat PhD di University of Illinois Chicago.
"Saya rasa TikTok sekarang [berpikir], 'Kami perlu menunjukkan kepada [pengiklan] bahwa kami dapat membuat orang bertahan lebih lama di satu video,'" kata Stein. "Tapi saya tertarik untuk melihat bagaimana tanggapan pengguna, karena yang membuat orang tetap menggunakan aplikasi ini adalah videonya yang pendek."
Jakarta, CNN Indonesia --
Platform media sosial TikTok dikabarkan sedang mengupayakan memperpanjang durasi video lebih dari satu menit untuk setiap konten.
Pelopor video berdurasi pendek ini mengubah haluan dan mendorong pengguna untuk membuat dan mengonsumsi video yang lebih panjang. TikTok secara resmi akan menghentikan "program Creator Fund", dan para kreator yang ingin memonetisasi konten mereka harus bergabung dengan "Creativity Program Beta" yang baru, di mana mereka harus membuat video yang berdurasi lebih dari satu menit jika ingin dibayar oleh aplikasi.
Selama tiga tahun terakhir, TikTok mengembangkan kapasitas untuk mengunggah video yang lebih panjang di aplikasi, meningkatkan batas waktu dari satu menit menjadi tiga menit, lima menit, dan akhirnya 10 menit. Platform ini sekarang sedang menguji unggahan berdurasi 15 menit, meskipun belum tersedia secara luas, mengutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Platform ini sudah menginformasikan kepada para kreator bahwa mereka akan menutup Creator Fund di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman, sehingga mereka tidak memiliki banyak pilihan selain bergabung dengan Creativity Program yang baru jika mereka ingin terus dibayar oleh TikTok untuk konten mereka.
Di bawah program baru ini, kreator dengan 10.000 pengikut atau lebih dapat memperoleh pembayaran dari aplikasi untuk video berdurasi lebih dari satu menit yang memenuhi sejumlah kriteria lainnya.
TikTok telah mengumumkan program ini kepada para kreator dengan menyoroti video berdurasi lebih dari satu menit mendorong audience menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat konten mereka dan "membangun kepercayaan melalui lebih banyak koneksi, informasi, dan konten edukasi," menurut sebuah posting blog baru-baru ini dari perusahaan tersebut.
TikTok juga mengatakan bahwa para kreator akan mendapatkan bayaran lebih banyak per video di bawah Program Kreativitas yang baru. Dan beberapa kreator telah memposting tentang menghasilkan ribuan dolar di bulan-bulan pertama mereka dalam program ini.
Keluhan kreator
Kendati begitu, langkah TikTok ini mendapat pertentangan dari para kreator. Beberapa kreator kecewa dengan langkah ini, mereka khawatir hal ini akan menghilangkan apa yang awalnya membuat TikTok begitu populer, kemampuan untuk menelusuri berbagai jenis konten dengan cepat, dan hampir semua orang dapat dengan mudah membuat video tanpa perencanaan atau sumber daya yang ekstensif.
"Saya tidak selalu memiliki durasi satu menit," ujar Nicki Apostolou, kreator TikTok dengan hampir 150.000 pengikut yang dikenal dengan nama "recycldstardust", yang membuat konten tentang sejarah dan budaya penduduk asli Amerika di aplikasi ini.
"Saya merasa ada begitu banyak kreator di luar sana yang datang ke TikTok karena aplikasi ini adalah aplikasi video berdurasi pendek," ujarnya, "dan sekarang mereka ingin menjadi seperti 'YouTube mini', dan saya merasa hal ini mengesampingkan para kreator yang datang ke sana untuk konten berdurasi pendek."
Infografis Perjalanan Panjang Teknologi 1G Hingga 5G (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Dampak positif dari sisi bisnis di halaman berikutnya...
Dampak Positif dari Sisi Bisnis
Ilustrasi. TikTok sedang berupaya memanjangkan durasi video yang lebih panjang. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Juru bicara TikTok, Zachary Kizer, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan mengembangkan Creativity Program baru "berdasarkan pembelajaran dan masukan yang kami peroleh dari Creator Fund sebelumnya. Ketika kami terus mengembangkan cara-cara baru untuk memberikan penghargaan kepada para kreator dan meningkatkan pengalaman pengguna TikTok, kami menghargai masukan dan saran langsung dari komunitas kami untuk membantu mengambil keputusan."
Seorang kreator, yang dikenal sebagai "Justine's Camera Roll," mengatakan dalam sebuah video pada bulan Oktober tentang program ini bahwa bayarannya adalah "jumlah uang yang besar untuk sesuatu yang saya lakukan secara gratis."
Berdampak positif untuk bisnis
Bagi perusahaan, mendorong konten dengan bentuk yang lebih panjang bisa menjadi keputusan bisnis yang baik.
"Jauh lebih mudah untuk memonetisasi konten jika konten tersebut berbentuk lebih panjang, ada lebih banyak kemungkinan dengan iklan dan monetisasi," termasuk iklan yang ditayangkan sebelum atau selama video berlangsung, ujar Scott Kessler, pemimpin sektor teknologi di perusahaan riset Third Bridge.
Konsumen juga lebih cenderung menonton iklan pre-roll untuk video yang berdurasi lebih dari satu menit dibandingkan video yang panjangnya hampir sama dengan iklan itu sendiri.
TikTok juga telah lama menjadi tempat di mana para kreator dapat menggunakan klip pendek, yang dipasangkan dengan algoritme penemuan yang kuat dari platform ini, untuk mengarahkan pemirsa ke konten yang lebih panjang di situs lain seperti YouTube.
"Saya rasa apa yang ingin mereka lakukan adalah, mereka ingin dapat mengatakan, 'Hai para kreator, Anda bisa menayangkan video Anda secara utuh di sini, bukan hanya 30 detik pertama,'" kata Kessler.
"Model video berdurasi pendek sangat berguna ketika TikTok pertama kali diluncurkan, mereka dapat menarik orang dengan sangat cepat ke platform ini, video ini bergulir terus menerus dan berlangsung cepat," ujar Krysten Stein, seorang akademisi studi media kritis dan kandidat PhD di University of Illinois Chicago.
"Saya rasa TikTok sekarang [berpikir], 'Kami perlu menunjukkan kepada [pengiklan] bahwa kami dapat membuat orang bertahan lebih lama di satu video,'" kata Stein. "Tapi saya tertarik untuk melihat bagaimana tanggapan pengguna, karena yang membuat orang tetap menggunakan aplikasi ini adalah videonya yang pendek."