Riset: Anies Unggul Tipis di X, Prabowo Raja TikTok
CNN Indonesia
Senin, 05 Feb 2024 18:21 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Baik Anies dan Prabowo sama-sama mencatat angka sekitar 40 persen perbincangan, dengan grafik menunjukkan Anies unggul tipis di X dan YouTube. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil riset Continuum Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkap calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan unggul tipis di X (sebelumnya Twitter) dan YouTube pada debat terakhir capres, Minggu (4/2) malam.
Maisie Sagita, Data Analyst Continuum INDEF, mengatakan hal tersebut berdasarkan analisis terhadap tiga platform media sosial, yakni Twitter atau X, TikTok, dan komentar di YouTube pada periode Minggu (4/2) malam hingga Senin (5/2) pagi.
Menurut Maisie, perbincangan Anies dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mendominasi di X dan YouTube. Keduanya sama-sama mencatat angka sekitar 40 persen perbincangan di dua platform tersebut, dengan grafik menunjukkan Anies unggul tipis di X dan YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau YouTube dan Twitter cukup berimbang perbincangannya antara Anies dan Prabowo di sekitar angka 40 persenan," kata Maisie dalam diskusi publik 'Tanggapan Atas Debat Kelima Pilpres di Jakarta, Senin (5/2).
Sementara itu, perbincangan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo di X maupun YouTube hanya berkisar di angka 20 persenan.
Maisie mengatakan data yang dianalisa berasal dari tiga media sosial, yakni X, TikTok, dan YouTube. Dari tiga platform tersebut tercatat ada 74.356 perbincangan dari 54.170 akun medsos.
Rinciannya, X ada 48.610 perbincangan dari 35.300 akun, kemudian TikTok 8.142 perbincangan dari 7.264 akun, dan YouTube 17.604 perbincangan dari 11.606 akun.
Untuk metodologi dari X dan TikTok, Continuum menggunakan keyword atau kata kunci untuk meng-crawl data dan mendapat perbincangan yang berisi kata kunci tersebut.
Sementara untuk YouTube metodenya ada tiga live streaming yang disiarkan dari akun KPU, Kompas TV, dan Narasi. Dari tiga link live streaming ini Continuum meng-crawl semua komentar netizen.
Hasil riset Continuum INDEF juga mengungkap bahwa Anies dan Ganjar banyak mendapat sentimen positif dari percakapan di X. Tercatat keduanya mendapat sentimen positif di kisaran 85 persen di platform X.
Sementara itu, Prabowo mendapat sentimen positif terendah di X dengan berada di kisaran 35 persen.
"Kalau bisa kami simpulkan, di Twitter itu dominasi dukungannya terhadap Anies dan Ganjar, tapi Pak Prabowo banyak dikritik di Twitter," ungkap dia.
Sementara itu, di YouTube, pola perbincangan dan sentimen terhadap tiga capres kurang lebih sama. Artinya, tidak ada satu capres yang terlalu menonjol mendapat sentimen positif dari netizen.
Prabowo raja TikTok
Sementara itu, Prabowo masih mendominasi pembicaraan di TikTok. Maisie menjelaskan perbincangan mengenai Prabowo di TikTok ada di angka 60 persen, jauh lebih tinggi dari Anies dan Ganjar.
Perbincangan Anies di TikTok hanya mencapai angka di kisaran 20 persen, sementara Ganjar di bawah 20 persen.
"Kalau kita lihat, breakdown tiap media sosialnya, Prabowo ini memang ada dominasi yang tinggi di TikTok, mencapai hampir 60 persen perbincangannya," kata Maisie.
Selain itu, Prabowo juga mendapat sentimen positif tertinggi di TikTok dengan angka sekitar 80 persen ke atas.
Namun demikian, pada debat terakhir capres kemarin, Anies dan Ganjar mulai menunjukkan penetrasinya di platform asal China tersebut. Menurut Maisie, baik Anies dan Ganjar mulai mendapat sentimen positif yang cukup tinggi di TikTok.
Infografis Jadwal Kampanye Akbar Terakhir Tiga Capres Pilpres (Foto: Basith Subastian/CNNIndonesia)
Semua capres dapat pujian di halaman berikutnya...
Padahal, pada debat-debat sebelumnya, kedua capres tersebut cukup sulit mendapat sentimen positif. Hal ini berbanding terbalik dengan Prabowo yang selalu mendapat sentimen positif di TikTok dan kerap mendapat kritik di X.
Begitu pun Ganjar. Menurut Maisie, dalam debat-debat sebelumnya, Ganjar juga sulit mendapat sentimen positif atau apresiasi di TikTok.
"Biasanya di TikTok nih hanya Prabowo yang dapat pujian, namun kali ini baik Anies maupun Ganjar cukup dapat banyak apresiasi dari medsos TikTok," jelasnya.
"Jadi kalau bisa kami simpulkan, di Twitter itu dominasi dukungannya terhadap Anies dan Ganjar, tapi Pak Prabowo banyak dikritik di Twitter. Sementara di TikTok itu didominasi oleh Prabowo untuk pujiannya, tapi di debat terakhir ini mulai ada dukungan-dukungan untuk Pak Anies dan Pak Ganjar," tambah dia.
Hasil riset Continuum INDEF juga menunjukkan bahwa netizen menilai debat capres semalam menjadi yang paling adem dari lima gelaran debat pilpres 2024. Pasalnya, secara keseluruhan dari ketiga capres mendapat banyak pujian.
Padahal, di empat debat pilpres, baik untuk para capres dan cawapres, pasti ada satu yang mendapat sentimen positif di bawah 50 persen.
"Jadi debat semalam itu dinilai netizen sebagai debat yang paling adem karena semuanya mendapat pujian," ungkap Maisie.
Maisie mengungkap Anies mendapat apresiasi netizen karena dianggap selalu mengeluarkan jawaban berbobot dalam debat semalam. Selain itu, Anies juga mendapat sorotan karena dianggap sebagai satu-satunya capres yang mengungkit isu mengenai perempuan pada debat semalam.
"Pak Anies dapat apresiasi dari publik sebagai satu-satunya capres yang membahas isu perempuan dan juga menggunakan bahasa isyarat di awal opening statement-nya," ujar Maisie.
Netizen juga mengapresiasi sikap Prabowo pada debat semalam. Mereka menilai Prabowo selalu memberi jawaban yang simpel dan realistis.
Selain itu, publik juga menyoroti closing statement Prabowo yang berusaha merangkul semua pihak dan menyampaikan permintaan maaf kepada dua capres, Anies dan Ganjar.
Untuk Ganjar, publik menyoroti closing statement-nya yang mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada debat pilpres 2019 lalu soal "Untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter dan punya rekam jejak pelanggar HAM".
"Beliau juga disorot mengenai pengalamannya, beliau banyak ceritakan sudut pandang nyata ketika beliau masih menjabat gubernur. Dan ini juga diapresiasi, publik menilai Ganjar benar-benar mengetahui kondisi di lapangan," pungkasnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil riset Continuum Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkap calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan unggul tipis di X (sebelumnya Twitter) dan YouTube pada debat terakhir capres, Minggu (4/2) malam.
Maisie Sagita, Data Analyst Continuum INDEF, mengatakan hal tersebut berdasarkan analisis terhadap tiga platform media sosial, yakni Twitter atau X, TikTok, dan komentar di YouTube pada periode Minggu (4/2) malam hingga Senin (5/2) pagi.
Menurut Maisie, perbincangan Anies dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mendominasi di X dan YouTube. Keduanya sama-sama mencatat angka sekitar 40 persen perbincangan di dua platform tersebut, dengan grafik menunjukkan Anies unggul tipis di X dan YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau YouTube dan Twitter cukup berimbang perbincangannya antara Anies dan Prabowo di sekitar angka 40 persenan," kata Maisie dalam diskusi publik 'Tanggapan Atas Debat Kelima Pilpres di Jakarta, Senin (5/2).
Sementara itu, perbincangan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo di X maupun YouTube hanya berkisar di angka 20 persenan.
Maisie mengatakan data yang dianalisa berasal dari tiga media sosial, yakni X, TikTok, dan YouTube. Dari tiga platform tersebut tercatat ada 74.356 perbincangan dari 54.170 akun medsos.
Rinciannya, X ada 48.610 perbincangan dari 35.300 akun, kemudian TikTok 8.142 perbincangan dari 7.264 akun, dan YouTube 17.604 perbincangan dari 11.606 akun.
Untuk metodologi dari X dan TikTok, Continuum menggunakan keyword atau kata kunci untuk meng-crawl data dan mendapat perbincangan yang berisi kata kunci tersebut.
Sementara untuk YouTube metodenya ada tiga live streaming yang disiarkan dari akun KPU, Kompas TV, dan Narasi. Dari tiga link live streaming ini Continuum meng-crawl semua komentar netizen.
Hasil riset Continuum INDEF juga mengungkap bahwa Anies dan Ganjar banyak mendapat sentimen positif dari percakapan di X. Tercatat keduanya mendapat sentimen positif di kisaran 85 persen di platform X.
Sementara itu, Prabowo mendapat sentimen positif terendah di X dengan berada di kisaran 35 persen.
"Kalau bisa kami simpulkan, di Twitter itu dominasi dukungannya terhadap Anies dan Ganjar, tapi Pak Prabowo banyak dikritik di Twitter," ungkap dia.
Sementara itu, di YouTube, pola perbincangan dan sentimen terhadap tiga capres kurang lebih sama. Artinya, tidak ada satu capres yang terlalu menonjol mendapat sentimen positif dari netizen.
Prabowo raja TikTok
Sementara itu, Prabowo masih mendominasi pembicaraan di TikTok. Maisie menjelaskan perbincangan mengenai Prabowo di TikTok ada di angka 60 persen, jauh lebih tinggi dari Anies dan Ganjar.
Perbincangan Anies di TikTok hanya mencapai angka di kisaran 20 persen, sementara Ganjar di bawah 20 persen.
"Kalau kita lihat, breakdown tiap media sosialnya, Prabowo ini memang ada dominasi yang tinggi di TikTok, mencapai hampir 60 persen perbincangannya," kata Maisie.
Selain itu, Prabowo juga mendapat sentimen positif tertinggi di TikTok dengan angka sekitar 80 persen ke atas.
Namun demikian, pada debat terakhir capres kemarin, Anies dan Ganjar mulai menunjukkan penetrasinya di platform asal China tersebut. Menurut Maisie, baik Anies dan Ganjar mulai mendapat sentimen positif yang cukup tinggi di TikTok.
Infografis Jadwal Kampanye Akbar Terakhir Tiga Capres Pilpres (Foto: Basith Subastian/CNNIndonesia)
Semua capres dapat pujian di halaman berikutnya...
Semua Capres Dapat Pujian dari Netizen
Baik Anies dan Prabowo sama-sama mencatat angka sekitar 40 persen perbincangan, dengan grafik menunjukkan Anies unggul tipis di X dan YouTube. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Padahal, pada debat-debat sebelumnya, kedua capres tersebut cukup sulit mendapat sentimen positif. Hal ini berbanding terbalik dengan Prabowo yang selalu mendapat sentimen positif di TikTok dan kerap mendapat kritik di X.
Begitu pun Ganjar. Menurut Maisie, dalam debat-debat sebelumnya, Ganjar juga sulit mendapat sentimen positif atau apresiasi di TikTok.
"Biasanya di TikTok nih hanya Prabowo yang dapat pujian, namun kali ini baik Anies maupun Ganjar cukup dapat banyak apresiasi dari medsos TikTok," jelasnya.
"Jadi kalau bisa kami simpulkan, di Twitter itu dominasi dukungannya terhadap Anies dan Ganjar, tapi Pak Prabowo banyak dikritik di Twitter. Sementara di TikTok itu didominasi oleh Prabowo untuk pujiannya, tapi di debat terakhir ini mulai ada dukungan-dukungan untuk Pak Anies dan Pak Ganjar," tambah dia.
Hasil riset Continuum INDEF juga menunjukkan bahwa netizen menilai debat capres semalam menjadi yang paling adem dari lima gelaran debat pilpres 2024. Pasalnya, secara keseluruhan dari ketiga capres mendapat banyak pujian.
Padahal, di empat debat pilpres, baik untuk para capres dan cawapres, pasti ada satu yang mendapat sentimen positif di bawah 50 persen.
"Jadi debat semalam itu dinilai netizen sebagai debat yang paling adem karena semuanya mendapat pujian," ungkap Maisie.
Maisie mengungkap Anies mendapat apresiasi netizen karena dianggap selalu mengeluarkan jawaban berbobot dalam debat semalam. Selain itu, Anies juga mendapat sorotan karena dianggap sebagai satu-satunya capres yang mengungkit isu mengenai perempuan pada debat semalam.
"Pak Anies dapat apresiasi dari publik sebagai satu-satunya capres yang membahas isu perempuan dan juga menggunakan bahasa isyarat di awal opening statement-nya," ujar Maisie.
Netizen juga mengapresiasi sikap Prabowo pada debat semalam. Mereka menilai Prabowo selalu memberi jawaban yang simpel dan realistis.
Selain itu, publik juga menyoroti closing statement Prabowo yang berusaha merangkul semua pihak dan menyampaikan permintaan maaf kepada dua capres, Anies dan Ganjar.
Untuk Ganjar, publik menyoroti closing statement-nya yang mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada debat pilpres 2019 lalu soal "Untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter dan punya rekam jejak pelanggar HAM".
"Beliau juga disorot mengenai pengalamannya, beliau banyak ceritakan sudut pandang nyata ketika beliau masih menjabat gubernur. Dan ini juga diapresiasi, publik menilai Ganjar benar-benar mengetahui kondisi di lapangan," pungkasnya.