Siklon Tropis Senyar Punah, Cuaca Ekstrem Masih Bayangi Sumatra

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 07:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Siklon Tropis Senyar yang sempat berada di daratan Aceh telah punah.
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11). (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Siklon Tropis Senyar yang sempat berada di daratan Aceh telah punah.

Meski demikian, eks siklon tropis yang dalam beberapa hari ke depan diperkirakan berada di Malaysia tersebut masih tetap memberikan dampak berupa potensi hujan intensitas sedang hingga ekstrem di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ex-Siklon Tropis "SENYAR" (25 knot, 1005 hPa) diperkirakan berada di daratan Malaysia dalam beberapa hari kedepan. Sistem ini bergerak ke arah tenggara hingga timur, dengan intensitas yang diprakirakan melemah dalam 48 jam ke depan," jelas BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 28 November-04 Desember.

"Meskipun demikian, dalam 24 jam ke depan, sistem tersebut masih tetap memberikan dampak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau," tambahnya.

Selain itu, eks siklon tropis ini juga berpotensi menyebabkan gelombang tinggi 2,5-4 meter di wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias.

Selain itu, Siklon Tropis Koto yang saat ini diperkirakan berada di Laut Cina Selatan Timur Vietnam berada dalam intensitas yang cenderung stabil dengan pergerakannya ke arah barat daya-barat menuju Laut Cina Selatan.

Keberadaan siklon tropis ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Riau.

Selain itu, siklon tropis ini berpotensi memicu gelombang tinggi hingga 4 meter di wilayah Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi bagian barat, Perairan Kepulauan Anambas bagian selatan, Selat Karimata bagian utara, Perairan Kepulauan Bintan hingga Lingga, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Subi hingga Serasan, dan Perairan Kepulauan Anambas bagian utara.

Sebelumnya, Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka telah menyebabkan peningkatan intensitas hujan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

BMKG mencatat pada periode 25-27 November beberapa kota/kabupaten di wilayah-wilayah tersebut mengalami hujan dengan intensitas mencapai kategori ekstrem di antaranya Aceh Utara, Aceh (310.8 mm/hari); Medan, Sumatera Utara (262.2 mm/hari); Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (229.7 mm/hari); dan Padang Pariaman, Sumatra Barat (154 mm/hari)

Gelombang Rossby Ekuator yang terpantau aktif di wilayah yang sama dengan siklon tropis tersebut turut berkontribusi dalam meningkatkan intensitas curah hujan tersebut.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER