Geger Lubang Raksasa Muncul di Sumatra Barat, Ahli Buka Suara

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 20:43 WIB
Ahli geologi menjelaskan fenomena tanah berlubang sangat besar atau sinkhole di Nagari Situjuah, Sumatera Barat.
Ilustrasi. Warga Sumbar geger dengan fenomena tanah berlubang besar atau sinkhole. (REUTERS/Umit Bektas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi Ade Edward menyebut fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang dengan diameter yang cukup besar kerap terjadi di daerah batu kapur, seperti di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

"Fenomena sinkhole ini sebenarnya sering terjadi, terutama di daerah bukit kapur," kata Ade Edward mengutip Antara, Minggu (4/1).

Ade menjelaskan Nagari Situjuah merupakan kawasan batu kapur, namun tertutup oleh material erupsi Gunung Sago, sehingga tidak terlihat jelas. Kawasan subur ini umumnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sifat dari kawasan batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, kemudian terjadi retakan yang pada akhirnya menciptakan lubang besar atau disebut juga dengan fenomena sinkhole.

Ade mengatakan fenomena lubang besar yang tiba-tiba muncul di permukaan tanah tidak hanya terjadi di Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota. Kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di daerah Kamang, Kabupaten Agam yang merupakan kawasan batuan kapur.

Biasanya, ucap Ade, terdapat sungai bawah tanah di lokasi terjadinya sinkhole. Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan masyarakat jika terjadi di pemukiman atau berdekatan dengan rumah warga.

Ia menduga kejadian tanah berlubang dengan ukuran cukup besar di Nagari Situjuah Batua bisa jadi dikarenakan adanya penyumbatan di bawah tanah dan terjadi retakan, sehingga tanah tersebut tiba-tiba ambruk.

Menurutnya, pemerintah daerah atau masyarakat perlu sesegera mungkin menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu hingga dilakukan pengecoran demi mencegah kecelakaan.

"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar dia.

(tim/dal)


[Gambas:Video CNN]