Sebagian Besar Wilayah Jatim Masuk Puncak Musim Hujan Januari 2026

CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 08:00 WIB
BMKG mengungkap puncak musim hujan di Jawa Timur terjadi Januari 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana.
BMKG mengungkap puncak musim hujan di Jawa Timur terjadi Januari 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana. (Foto: CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengungkapkan sebagian besar wilayah di Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari 2026.

Prakirawan BMKG Juanda, Restina Wardhani pun mengimbau agar pemerintah daerah segera melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi bencana dan cuaca ekstrem. Sementara masyarakat diimbau berhati-hati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagian besar wilayah Jawa timur telah memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama pada siang atau malam hari," kata Restina Wardhani, Senin (5/1).

Meski mayoritas wilayah Jatim akan mencapai puncaknya pada Januari 2026, Restina menjelaskan terdapat beberapa daerah yang diprediksi mengalami keterlambatan, seperti Situbondo dan Bojonegoro yang baru akan memasuki puncak musim hujan pada Februari mendatang.

"Wilayah Situbondo dan Bojonegoro diprakirakan puncak musim hujan (terjadi) di bulan Februari," ujarnya..

Di sisi lain, BMKG juga memprediksi cuaca ekstrem akan terus muncul hingga 10 Januari 2026, berbarengan dengan periode puncak musim penghujan di sejumlah wilayah.

Restina mengatakan, kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jawa Timur.

"Selain dari faktor global tersebut, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil, dapat mengakibatkan pertumbuhan awan konvektif secara masif," katanya.

Menurut Restina kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai petir maupun angin kencang hingga 10 Januari 2026.

"(Kepada masyarakat) tetap waspada dan berhati-hati, termasuk pada saat berkendara. Terus update prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG," pungkasnya.

(frd/dmi)


[Gambas:Video CNN]