Elon Musk Janji Buka Algoritma X ke Publik, Ada Apa?

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 18:30 WIB
Elon Musk mengumumkan bakal membuka akses algoritma platform X ke publik atau open source mulai pekan ini. (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk mengumumkan bakal membuka akses algoritma platform X ke publik atau open source mulai pekan ini. Apa alasannya?

Pengumuman tersebut disampaikan Musk pada Sabtu (10/1). Ia menyebut bahwa perilisian algoritma ini dijadwalkan dalam tujuh hari ke depan, terhitung sejak Sabtu pekan lalui.

Menurut dia langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi platform kepada publik.

"Ini akan diulang setiap 4 minggu, disertai dengan catatan pengembang yang komprehensif, untuk membantu Anda memahami apa yang telah berubah," katanya dalam postingannya di X, mengutip Reuters, Minggu (11/1).

Sebelumnya, Komisi Eropa telah memutuskan untuk memperpanjang perintah retensi data yang dikirimkan kepada X tahun lalu.

"Kami telah memutuskan untuk memperpanjang perintah retensi data yang dikirimkan kepada X tahun lalu terkait algoritma dan penyebaran konten ilegal hingga akhir 2026," ujar juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier.

Pada Juli 2025, jaksa penuntut Paris menyelidiki platform media sosial tersebut atas dugaan bias algoritma dan ekstraksi data curang.

X milik Musk menyebut ini sebagai "penyelidikan kriminal yang didorong oleh motif politik". Mengancam kebebasan berekspresi penggunanya.

Bulan lalu, Uni Eropa menjatuhkan denda sebesar US$140 (sekitar Rp 2.35 triliun rupiah) juta kepada X, dengan regulator menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar kewajiban transparansinya sesuai dengan Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa.

Denda tersebut terkait dengan langganan"blue checkmark"X, kurangnya transparansi mengenai repositori iklannya, dan kegagalan memberikan akses kepada peneliti untuk data publik platform tersebut.

Tekanan terhadap X semakin besar setelah chatbot Grok, yang terintegrasi dengan X membuat geger beberapa hari terakhir. Grok dan X mendapat sorotan karena konten bermuatan eksploitasi seksual terhadap perempuan dan anak atas permintaan pengguna.

Grok juga dilaporkan digunakan untuk membuat gambar perempuan yang dimanipulasi secara seksual tanpa persetujuan.

Sejumlah negara mengecam hal tersebut. Indonesia bahkan sudah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara akses terhadap Grok. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran masifnya konten pornografi palsu atau deepfake yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.

Malaysia turut memblokir akses Grokmenyusul Indonesia yang mengambil langkah serupa sehari sebelumnya.

Dalam pernyataan pada Minggu (11/1), Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengatakan akan membatasi akses ke Grok setelah penggunaan berulang kali alat tersebut untuk "menghasilkan gambar-gambar yang cabul, eksplisit secara seksual, tidak pantas, sangat menyinggung, dan gambar yang dimanipulasi tanpa persetujuan, termasuk konten yang melibatkan perempuan dan anak-anak."

(wpj/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK