Ternyata Ini Merek Hp Paling Laris Sepanjang 2025, Bukan dari China

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Pasar smartphone global diprediksi tumbuh 2% YoY pada 2025, dengan Apple memimpin pangsa pasar 20%. Pertumbuhan didorong oleh premiumisasi dan adopsi 5G. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Firma riset Counterpoint menyebut angka pengapalan ponsel tumbuh 2 persen YoY pada 2025. Apple berada pada posisi teratas dengan pangsa pasar 20 persen, mengalahkan berbagai brand Hp lainnya.

Analisis Counterpoint menyebut pasar mempertahankan momentum pertumbuhannya sepanjang 2025 didorong tren premiumisasi yang didukung oleh opsi pembiayaan dan strategi pemasaran yang efektif, serta peningkatan adopsi perangkat 5G di pasar emerging.

"Pada tahun 2025, pasar smartphone terus mengalami pergeseran bertahap ke segmen harga yang lebih tinggi, didorong oleh konsumen yang beralih ke perangkat premium. Secara bersamaan, permintaan akan ponsel 5G meningkat tajam di wilayah-wilayah berkembang," ujar Senior Analyst Shilpi Jain dalam keterangannya, Senin (12/1).

Menurut Shilpi, kekhawatiran terkait tarif mendorong produsen ponsel untuk mempercepat pengiriman pada paruh pertama tahun (H1), namun seiring berjalannya tahun, dampak tarif ternyata lebih ringan dari perkiraan, sehingga mengurangi pengaruhnya terhadap volume pengiriman pada paruh kedua (H2).

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025 pertumbuhan pasar tidak merata di berbagai wilayah. Pasar seperti Jepang, Timur Tengah dan Afrika (MEA), serta sebagian wilayah Asia-Pasifik (APAC) menyeimbangkan lemahnya pertumbuhan di pasar yang sudah matang.

Pada kuartal keempat 2025, pengapalan smartphone menutup tahun dengan pertumbuhan moderat sebesar 1 persen YoY, didorong oleh penumpukan inventaris pada kuartal-kuartal sebelumnya.

Apple memimpin kuartal tersebut, menyumbang seperempat dari pengiriman global, pangsa tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut diikuti oleh Samsung dengan 17 persen.

Menurut Counterpoint, Apple memimpin pasar smartphone global pada 2025 dengan pangsa pasar 20 persen dan pertumbuhan pengapalan YoY sebesar 10 persen. Pertumbuhan ini disebut yang tertinggi di antara lima merek teratas.

"Pertumbuhan Apple pada tahun 2025 didorong oleh perluasan kehadirannya dan permintaan yang meningkat di pasar emerging dan mid-size, didukung oleh campuran produk yang lebih kuat. Seri iPhone 17 mendapatkan respons yang signifikan pada kuartal keempat setelah peluncuran yang sukses, sementara iPhone 16 terus berkinerja luar biasa di Jepang, India, dan Asia Tenggara," ujar Analis Senior Counterpoint Varun Mishra.

Sementara itu, Samsung berada di posisi kedua dengan meraih pangsa pasar 19 persen dan pertumbuhan pengapalan tahunan sebesar 5 persen.

Pertumbuhannya didorong oleh seri Galaxy A di segmen menengah, serta seri Galaxy Fold7 dan S25 di segmen premium. Meski Samsung menghadapi tekanan di Amerika Latin dan Eropa Barat, pertumbuhannya pada 2025 didukung oleh momentum kuat di Jepang dan pertumbuhan berkelanjutan di pasar inti.

Xiaomi mempertahankan posisi ketiga dengan pangsa pasar 13 persen, menunjukkan kinerja stabil yang didukung oleh strategi premiumisasi, permintaan yang tangguh di pasar emerging, serta campuran produk yang seimbang antara perangkat flagship dan mid-tier.

Eksekusi yang baik di Amerika Latin dan Asia Tenggara ditambah dengan manajemen saluran yang efektif disebut membantu mempertahankan pengapalan meskipun menghadapi tantangan industri.

Vivo menempati posisi keempat dengan pangsa pasar 8 persen dan pertumbuhan 3 persen YoY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi premiumisasi, eksekusi offline yang kuat di India, dan portofolio produk yang disederhanakan yang menangkap baik permintaan di segmen flagship dan mid-range.

Oppo di posisi kelima mengalami penurunan 4 persen YoY akibat permintaan yang lemah dan persaingan yang ketat di pasar domestik China dan Asia-Pasifik. Meskipun tumbuh di pasar seperti India dan MEA, hal itu tidak cukup untuk mengimbangi penurunan di wilayah lain.

Jika memasukkan angka pengapalan realme, yang baru-baru ini kembali bergabung ke Oppo, pangsa pasar Oppo akan mencapai 11 persen, menempati posisi keempat di pasar smartphone global.

Di luar lima besar, Nothing dan Google mencatatkan kinerja yang baik, dengan pertumbuhan YoY masing-masing sebesar 31 persen dan 25 persen pada 2025.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK