Apple Resmi Gandeng Google, Siri Bakal Dapat Dukungan Gemini
Apple dan Google resmi bekerja sama untuk mengembangkan asisten digital Siri. Lewat kerja sama ini, Siri nantinya bakal terintegrasi dengan Gemini, model kecerdasan buatan (AI) milik Google.
Kedua perusahaan mengumumkan bahwa Apple berencana menggunakan model kecerdasan buatan Gemini milik Google untuk mendukung versi terbaru Siri. Asiten digital versi terbaru itu dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini sebagai bagian dari peningkatan besar kemampuan AI di perangkat iPhone.
"Setelah evaluasi yang cermat, Apple menyimpulkan bahwa teknologi AI Google menyediakan fondasi yang paling mumpuni untuk Model Dasar Apple dan sangat antusias dengan pengalaman inovatif baru yang akan dihasilkan bagi pengguna Apple," kata Apple dan Google dalam sebuah pernyataan, mengutip CNN, Senin (12/1).
Kedua perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak multi-years. Kerja sama ini memungkinkan Apple akan menggunakan model Gemini dan teknologi komputasi awan Google untuk mendukung fitur AI.
Hal ini dapat membantu Apple mempercepat peluncuran versi Siri yang lebih canggih dan didukung AI, asisten suara perusahaan yang tertunda setelah pertama kali diperkenalkan di Konferensi Pengembang Global 2024. Penundaan ini telah memicu kekhawatiran bahwa Apple tertinggal dari pesaing raksasa teknologi lainnya dalam pengembangan AI.
Meskipun kesepakatan ini mungkin menunjukkan bahwa Apple masih kesulitan mengembangkan model AI internal yang kompetitif, Wall Street menyambut berita ini secara positif bagi pembuat iPhone.
Apple menaruh harapan pada kemampuan AI yang ditingkatkan, termasuk Siri yang diperbarui, untuk meningkatkan penjualan perangkat setelah beberapa tahun yang menantang bagi iPhone.
Ini juga merupakan kemenangan besar bagi Google dalam persaingan yang sedang berlangsung di Silicon Valley untuk mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang paling canggih dan paling banyak digunakan.
Meskipun Apple telah bermitra dengan OpenAI untuk menggunakan ChatGPT dalam beberapa fitur AI, kesepakatan yang diumumkan pada Senin ini menetapkan Gemini sebagai fondasi utama strategi AI masa depan Apple.
Belum jelas bagaimana kesepakatan Apple dengan Google akan mempengaruhi integrasi ChatGPT ke dalam fitur AI iPhone-nya.
"Inilah yang telah dinantikan oleh pasar, dengan isu besar yang mengambang di Cupertino seputar strategi AI yang tidak terlihat, tetapi kami percaya ini merupakan perkembangan positif bagi kedua perusahaan, Apple dan Google," kata analis teknologi Wedbush, Dan Ives.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa Apple berencana membayar sekitar US$1 miliar (Rp 15,7 triliun) per tahun untuk mengintegrasikan Gemini ke dalam versi terbaru Siri. Laporan itu juga mencatat bahwa Apple sebelumnya mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan perusahaan AI lain dalam proyek tersebut, termasuk OpenAI dan Anthropic.
Apple mengumumkan bahwa berdasarkan perjanjian baru dengan Google, fitur AI Apple Intelligence akan terus diproses baik di perangkat pengguna atau di cloud yang aman untuk melindungi data pribadi mereka.
Pengumuman tersebut membuat saham Apple dan Google naik kurang dari 1 persen pada pertengahan hari Senin. Hal ini mendorong kapitalisasi pasar Google mencapai US$4 triliun (Rp62.800 triliun) untuk pertama kalinya selama perdagangan intraday pada Senin, menjadikannya perusahaan publik keempat yang mencapai tonggak ini setelah Nvidia, Microsoft, dan Apple tahun lalu.
Menurut perkiraan analis yang dihimpun oleh FactSet, Apple diperkirakan akan melaporkan pertumbuhan penjualan iPhone tahunan sebesar sekitar 11 persen saat mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal Desember pada akhir bulan ini. Laba kuartalan total perusahaan diperkirakan akan meningkat hampir 8 persen menjadi lebih dari US$39 miliar (Rp 612,3 triliun).