Elon Musk Gugat OpenAI, Minta Ganti Rugi Hingga Rp2.273 Triliun

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 16:41 WIB
Elon Musk, investor awal OpenAI, diperkirakan sanksi ahli berhak atas porsi besar valuasi perusahaan itu saat ini. (AFP/SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk menuntut ganti rugi sebesar US$79 miliar (Rp1.340 triliun) hingga US$134 miliar (Rp2.273 triliun) dari OpenAI dan Microsoft. Gugatan tersebut terkait klaim bahwa perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut telah menipunya dengan meninggalkan misi nonprofit.

Angka tersebut berasal dari saksi ahli C. Paul Wazzan, seorang ekonom keuangan yang menurut riwayat hidupnya telah memberikan kesaksian hampir 100 kali dan bersaksi di pengadilan lebih dari selusin kali dalam kasus litigasi komersial yang kompleks.

Wazzan, yang merupakan spesialis dalam penilaian dan perhitungan ganti rugi, menyebut Musk berhak atas bagian besar dari valuasi OpenAI saat ini sebesar US$500 miliar berdasarkan donasi awalnya sebesar US$38 juta saat ia mendirikan startup tersebut pada 2015.

Sebagai gambaran, angka ganti rugi tersebut berarti pengembalian investasi Musk sebesar 3.500 kali lipat.

Analisis Wazzan menggabungkan kontribusi keuangan awal Musk dengan keahlian teknis dan kontribusi bisnis yang ia berikan kepada tim awal OpenAI.

Ia menghitung keuntungan yang tidak sah sebesar US$65,5 miliar hingga US$109,4 miliar untuk OpenAI dan US$13,3 miliar hingga US$25,1 miliar untuk Microsoft, yang saat ini memiliki 27 persen saham perusahaan.

Dikutip dari Tech Crunch, tim hukum Musk berargumen bahwa ia seharusnya mendapat kompensasi sebagai investor awal startup yang memperoleh keuntungan "berkali-kali lipat lebih besar" daripada investasi awalnya.

Namun, skala tuntutan ganti rugi yang begitu besar menunjukkan bahwa perselisihan hukum ini sebenarnya bukan tentang uang.

Kekayaan pribadi Musk saat ini mencapai sekitar US$700 miliar, menjadikannya orang terkaya di dunia.

Seperti yang baru-baru ini dilaporkan Reuters, kekayaannya kini melebihi pendiri Google Larry Page, orang terkaya kedua di dunia, sebesar US$500 miliar.

Pada November, pemegang saham Tesla secara terpisah menyetujui paket gaji sebesar US$1 triliun untuk Musk, yang merupakan paket gaji korporat terbesar dalam sejarah.

Di tengah latar belakang ini, bahkan pembayaran US$134 miliar dari OpenAI hanya akan memberi penambahan yang relatif kecil pada kekayaan Musk. Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa gugatan tersebut bagian dari pola serangan yang berkelanjutan daripada gugatan keuangan.

OpenAI dilaporkan telah mengirim surat pada Kamis (15/1) kepada investor dan mitra bisnis lainnya, memperingatkan bahwa Musk akan membuat "klaim yang sengaja berlebihan dan menarik perhatian" seiring gugatan hukumnya terhadap perusahaan tersebut akan disidangkan pada April.

(lom/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK