Waspada Modus Penipuan di LinkedIn, Komentar Palsu Berujung Phishing
Penjahat siber membanjiri unggahan di LinkedIn dengan komentar palsu yang tampak seperti pihak LinkedIn. Komentar tersebut memperingatkan pengguna tentang pelanggaran kebijakan palsu dan mendorong mereka untuk mengunjungi tautan eksternal yang merupakan phishing.
Pesan-pesan tersebut secara meyakinkan menyamar menjadi pihak LinkedIn dan dalam beberapa kasus bahkan menggunakan pemendek URL resmi perusahaan,lnkd.in, sehingga tautan phishing menjadi lebih sulit dibedakan dari tautan yang sah.
Dalam beberapa pekan terakhir, pengguna LinkedIn menjadi sasaran aktivitas akun, yang tampaknya bot, bertema LinkedIn yang mengomentari posting mereka.
Postingan-postingan ini menuding pengguna telah "melakukan aktivitas yang tidak sesuai" dengan platform dan bahwa akun mereka telah "dibatasi sementara." Mereka kemudian diarahkan untuk mengunjungi tautan yang ditentukan dalam komentar.
Balasan palsu yang menampilkan logo LinkedIn ini tampak cukup meyakinkan.
"Kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi akun Anda ketika kami mendeteksi tanda-tanda akses yang tidak sah. Hal ini dapat mencakup login dari lokasi yang tidak dikenal atau..." tulis keterangan pratinjau tautan dalam balasan tersebut.
Salah satu tautan phishing menunjukkan domain alfanumerik ".app" yang tidak terkait dengan LinkedIn dan dapat menimbulkan kecurigaan di kalangan beberapa pengguna.
Namun, komentar lain mengambil langkah lebih jauh dengan menyembunyikan tautan asli melalui pemendek URL resmi LinkedIn,lnkd.in, sehingga domain phishing menjadi lebih sulit dideteksi tanpa mengkliknya. Hal ini dapat menjadi masalah serius jika pratinjau tautan tidak muncul sepenuhnya di beberapa perangkat.
Salah satu komentar yang melakukan pemendek URL tampil dengan nama akun Linked Very dan menggunakan logo LinkedIn dalam foto profilnya.
Dikutip dari BleepingComputer, tautan tersebut akan mengarahkan pengguna untuk melakukan verifikasi identitas atau akun mereka untuk mengatasi pembatasan yang terjadi.
Ketika pengguna mengklik tombol verifikasi identitas, pengguna akan diarahkan ke tautan phishing lain yang tampil cukup meyakinkan.
Respons LinkedIn
LinkedIn mengaku telah mengetahui adanya kampanye penipuan siber yang terjadi di platformnya.
"Saya dapat memastikan bahwa kami menyadari aktivitas ini dan tim kami sedang bekerja untuk mengambil tindakan," kata juru bicara LinkedIn.
"Perlu dicatat bahwa LinkedIn tidak dan tidak akan mengkomunikasikan pelanggaran kebijakan kepada anggota kami melalui komentar publik, dan kami mendorong anggota kami untuk melaporkan jika mereka menemui perilaku mencurigakan ini. Dengan cara ini, kami dapat meninjau dan mengambil tindakan yang sesuai," tambahnya.
(lom/mik)