Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini, Bakal Diguyur Hujan Seharian?

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 08:35 WIB
BMKG memprediksi cuaca berawan tebal dengan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Waspada kilat dan angin kencang.
Ilustrasi. BMKG memprediksi cuaca berawan tebal dengan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Waspada kilat dan angin kencang. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan semakin rutin mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir. Kamis pagi (22/1), hujan juga sudah membasahi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Lantas, bagaimana prediksi cuaca Jabodetabek sepanjang hari ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB nanti, kondisi cuaca Jabodetabek cenderung berawan tebal dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah.

Namun, di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan sedang hingga lebat.

Memasuki siang hari, BMKG memprediksi hujan masih akan mengguyur wilayah Jabodetabek. Menurut BMKG pada pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB sejumlah wilayah Jabodetabek cenderung berawan tebal dan berpotensi hujan ringan-sedang di sebagian besar Jabodetabek.

Namun begitu, sebagian wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Cuaca di Jabodetabek hari ini juga cukup dingin. BMKG mengungkap suhu udara di Kota dan Kabupaten Bogor di angka 20 hingga 28 derajat Celsius, sementara di wilayah lainnya berkisar di angka 22 hingga 28 derajat Celsius.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek," ujar BMKG.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan Pulau Jawa dan sejumlah wilayah lain seperti Lampung, Bali, hingga Nusa Tenggara berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada 22-23 Januari.

Intensitas hujan tinggi dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer. Hasil analisis OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator pada 21 Januari menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif di sebagian Sumatera, sebagian besar Pulau Jawa, sebagian besar Pulau Sulawesi, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.

Berdasarkan model filter spasial MJO pada tanggal 22-23 Januari, gangguan fenomena MJO secara spasial diprediksi aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Pesisir utara Jawa, Pesisir selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Papua Pegunungan bagian timur, dan Papua Selatan bagian timur, yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Sementara itu, gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur terpantau aktif di beberapa wilayah, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

(dmi/dmi)


[Gambas:Video CNN]