Peringatan BMKG, Hujan Ekstrem Level Awas di Jakarta Hari Ini

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 06:25 WIB
Ilustrasi. Hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (23/1). Simak prediksinya. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (23/1). Simak prediksinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah DKI Jakarta diguyur hujan sepanjang hari ini.

Sejumlah daerah seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem dengan level peringatan awas.

Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok berpotensi diguyur hujan lebat dan sangat lebat dengan level peringatan siaga.

BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang terjadi bersamaan dengan turunnya hujan.

Lantas, apa pemicu hujan yang terus menerus mengguyur Jakarta dan sekitarnya ini?

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan intensitas hujan meningkat di Jakarta dan sekitarnya. Menurut BMKG, salah satunya adalah fenomena La Nina.

Hasil analisis BMKG, indeks NINO 3.4 menguat pada fase negatif, yakni -0,91 yang mengindikasikan La Nina lemah. Fenomena ini berpengaruh terhadap peningkatan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

Kemudian, berdasarkan model filter spasial MJO pada tanggal 22-23 Januari, gangguan fenomena MJO secara spasial diprediksi aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Pesisir utara Jawa, Pesisir selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Papua Pegunungan bagian timur, dan Papua Selatan bagian timur, yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Sementara itu, gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur terpantau aktif di beberapa wilayah, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Kombinasi antara MJO, dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Pesisir selatan Kalimantan Selatan, Perairan selatan Kalimantan Selatan yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.

Selain itu, gelombang dengan frekuensi rendah (Low Frequency) terpantau aktif di antaranya di wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Laut Jawa, Laut Bali, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur-Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat yang cenderung persisten dan berpotensi mendukung peningkatan curah hujan di wilayah tersebut.

(dmi/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK