Ada Bibit Siklon 91S dan 92P, Waspada Hujan Lebat di Jateng Hingga NTT
Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P aktif di sekitar wilayah Indonesia dan memberikan dampak tidak langsung berupa hujan lebat di beberapa wilayah.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," kata BMKG di Instagram, Jumat (23/1).
Bibit Siklon Tropis 91S diketahui mulai terbentuk pada 21 Januari pukul 13.00 WIB. Saat ini posisi bibit siklon ini ternatau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.
91S disebut memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sistem ini bergerak perlahan ke arah tenggara.
Bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa hujan lebat hingga sangat lebat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta hujan sedang hingga lebat di Jawa Timur dan Bali.
Bibit siklon ini juga berpotensi memicu angin kencang di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
91S juga berpotensi memicu gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah perairan. Berikut perairan terdampak:
1,25-2,5 meter
- Laut Bali
- Laut Flores
- Selat Bali
- Selat Lombok
- Laut Arafuru bagian barat
2,5-4 meter
- Perairan selatan Jawa Barat hingga NTT
- Laut Sawu
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P baru terbentuk pada 22 Januari pukul 13.00 WIB dan saat ini berada di sekitar Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan.
Bibit siklon yang bergerak ke arah selatan-barat daya ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Meski demikian, 92P tetap memberikan dampak tidak langsung seperti hujan sedang hingga lebat di Papua Selatan serta gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Laut Arafuru bagian tengah dan timur.