Ada Siklon Tropis Luana, Waspada Hujan Lebat-Gelombang di Wilayah Ini
Bibit Siklon Tropis 91S telah bertransformasi menjadi Siklon Tropis Luana pada hari ini, Sabtu (24/1). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak berupa curah hujan tinggi dan gelombang tinggi.
"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi, serta selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru," tulis BMKG di Instagram, Sabtu (24/1).
Bibit Siklon Tropis 91S sendiri pertama kali muncul pada 21 Januari lalu di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.
Saat ini, Siklon Tropis Luana tengah berada di Samudra Hindia selatan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur tepatnya pada 16,4 LS dan 122,1 BT atau sekitar 640 km sebelah selatan Rote. Sistem siklon yang berada pada kategori 1 ini memiliki kekuatan 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan 991 hPa.
Siklon Luana diperkirakan akan terus bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 11 knots atau sekitar 20 km/jam.
"Kecepatan angin maksimum siklon tropis Luana dalam 24 jam ke depan menjadi kategori Low," kata BMKG dalam analisisnya.
Meski demikian, siklon ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi mencapai 6 meter.
Berikut daftar wilayah berpotensi terdampak:
Hujan sedang - lebat
- Nusa Tenggara Timur
Angin kencang
- Jawa Tengah bagian timur
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Gelombang sedang (1,25-2,5 meter)
- Perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
- Laut Jawa bagian timur
- Laut Bali
- Laut Sumbawa
- Laut Flores
- Selat Bali
- Selat Lombok
- Selat Alas
- Selat Sape
- Laut Arafuru bagian barat
Gelombang tinggi (2,5-4 meter)
- Perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur
- Laut Sawu
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat
Gelombang sangat tinggi (4-6 meter)
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P terpantau telah keluar dari wilayah monitoring TCWC Jakarta dan saat ini daratan Australia sebelah timur Teluk Carpentaria.
"Sistem ini tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia," terang BMKG.
(lom/dna)