Pakar Sebut Cuaca Ekstrem di AS Imbas Perubahan Iklim

CNN Indonesia
Minggu, 25 Jan 2026 22:20 WIB
Pakar menilai cuaca ekstrem yang menyebabkan badai salju di Amerika Serikat disebabkan karena perubahan iklim.
Pakar menilai cuaca ekstrem yang menyebabkan badai salju di Amerika Serikat disebabkan karena perubahan iklim. (Foto: REUTERS/Adam Gray)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar menilai cuaca ekstrem yang menyebabkan badai salju di Amerika Serikat disebabkan karena perubahan iklim.

Para ahli meteorologi mengatakan dua pertiga wilayah timur negara itu terancam badai musim dingin yang disebabkan perubahan iklim.

Sistem badai dahsyat itu merupakan hasil dari pusaran kutub yang memanjang akibat gelombang di atmosfer bagian atas dari Arktik dan Siberia yang tertutup salju.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat suhu sangat dingin menyapu AS, suhu akan bertemu dengan uap air dari lepas pantai California dan Teluk Meksiko, sehingga menyebabkan terbentuknya es dan salju yang parah di banyak daerah.

Pusaran kutub adalah massa udara yang sangat dingin yang kerap terperangkap di Kanada dan Alaska.

Ahli metereologi sekaligus mantan kepala ilmuwan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, Ryan Maue, menjelaskan asal-usul persoalan itu.

Asal mula sistem ini dimulai di Arktik, di mana suhu yang relatif lebih hangat menambah energi padaa pusaran kutub dan membantu mendorong udara dinginnya ke selatan.

"Atmosfernya selaras sempurna sehingga pola tersebut terkunci di Arktik yang hangat dan benua yang dingin ini," kata Maue, dikutip The Independent, Kamis (22/1).

"Dan ini bukan hanya terjadi di Amerika Utara, tetapi daratan Eropa Timur hingga Siberia juga sangat dingin. Seluruh belahan bumi telah membeku."

Sejak Oktober 2025, perubahan di Arktik dan rendahnya es laut menciptakan kondisi yang membentuk pusaran kutub yang memanjang dan membawa cuaca musim dingin yang parah ke AS.

Pakar cuaca musim dingin Judah Cohen menambahkan hujan salju lebat di Siberia menambah tarik-menarik cuaca mengubah bentuk pola udara yang biasanya sebagian besar berbentuk lingkaran.

Kondisi tersebut "sedikit meningkatkan peluang" terjadinya peregangan pusaran kutub.

Ahli meteorologi dari National Service Weather Allison Santorelli mengatakan badai akan membuat cuaca jadi sangat dingin.

"Salju dan es akan sangat, sangat lambat mencair dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan itu akan menghambat upaya pemulihan apa pun," kata dia.

Badai salju melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa daerah.

Salju dilaporkan sudah turun di Kansan, Texas, Missouri, Iowa, Oklahoma, Tennesse, dan sejumlah daerah lain pada Sabtu (24/1).

Di wilayah tenggara, Texas timur, dan sebagian Louisiana, salju dilaporkan sudah menebal 4 inchi.

Menurut PowerOutage.us hingga Sabtu siang pemadaman listrik terjadi di hampir seluruh negeri. Sekitar 130.000 pelanggan termasuk di 61.600.

Badan peramal cuaca Badan Layanan Cuaca Nasional (NSW) memperingatkan akan ada badai salju dahsyat dengan curah hujan sudah berdampak di wilayah selatan-tengah pada Sabtu siang waktu setempat.

Mereka juga mewanti-wanti sekitar 160 juta warga di AS akan terdampak insiden ini.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]