Mengenal Nitrous Oxide, Gas untuk Bikin Whipped Cream yang Viral

CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 12:00 WIB
Whipped Cream ramai usai dikaitkan dengan kematian selebram Lula Lahfah. Reuters/STUART MCDILL
Jakarta, CNN Indonesia --

Gas nitrous oxide atau dinitrogen monoksida (N2O) tengah menjadi sorotan di media sosial usai dikaitkan dengan kematian selebgram Lula Lahfah.

Nitrous oxide sendiri merupakan gas tak berwarna yang umum digunakan untuk pembiusan dan penghilang rasa sakit. Dokter gigi dan tenaga medis menggunakan gas ini untuk menenangkan pasien yang menjalani prosedur medis ringan, dan kadang-kadang juga digunakan untuk mengobati orang yang mengalami gejala putus alkohol.

Gas ini juga digunakan sebagai bahan tambahan makanan untuk krim kocok atau whipped cream, serta untuk meningkatkan kinerja mesin di industri otomotif.

Dilansir Creme & Co, ketika digunakan dalam dispenser krim kocok, gas nitrous oxide disuntikkan ke dalam krim, di mana gas tersebut larut di bawah tekanan. Saat krim dilepaskan dari dispenser, gas tersebut mengembang dengan cepat, membentuk gelembung udara kecil yang memberikan tekstur ringan dan lembut khas pada krim kocok.

Berbeda dengan pengocokan manual yang dapat menghasilkan kantong udara besar dan tidak merata, nitrous oxide mengisi udara ke krim secara merata, memastikan hasil yang konsisten dan halus setiap kali. Nitrous oxide juga menstabilkan krim kocok, memungkinkan krim mempertahankan bentuknya lebih lama, menjadikannya sempurna untuk baik pembuat kue rumahan maupun profesional.

Sementara itu, sebagai pendongkrak performa mesin, gas ini juga telah digunakan sejak Perang Dunia II. Gas ini kerap digunakan sebagai penambah performa pesawat terbang dengan mesin piston sebagai dorongan tambahan dalam kondisi darurat misalnya untuk menaikkan kecepatan atau ketinggian.

Seiring perkembangan teknologi mesin jet untuk pesawat yang lantas menyingkirkan jenis mesin piston, penggunaan nitrous oxide mereda. Namun ternyata aplikasinya merambat ke mesin piston yang ada di mobil balap.

Pemakaian nitrous oxide di mobil balap sudah berlangsung lama, namun format penyempurnaannya terasa pada 1970-an. Saat itulah NOS lahir dan kit alat ini banyak digunakan sebagai alternatif meningkatkan performa terutama di ajang drag race pada 1980-an.

Penggunaan gas ini untuk mobil mungkin cukup familiar bagi pecinta otomotif, penggemar video gim balapan seperti Need For Speed, atau penonton film populer Fast and Furious.

Namun, nitrous oxide juga kerap digunakan secara rekreasional oleh orang-orang untuk mendapatkan efek 'high' atau mabuk.

Dikutip dari Alcohol and Drug Foundation (ADF) Australia, nitrous oxide adalah obat disosiatif yang artinya obat ini menyebabkan orang merasa terpisah atau terlepas dari tubuh atau lingkungan fisik mereka. Obat disosiatif mirip dengan obat psikedelik yang dapat menyebabkan halusinasi dan perubahan lain dalam pikiran, emosi, dan kesadaran.

Gas ini memiliki beberapa nama lain seperti gas tertawa atau laughing gas, nitro, N2O, NOS, nangs, whippet, hippy crack, buzz bomb, hingga balloons.

Gas tersebut dikonsumsi dengan dihirup, biasanya dengan melepaskan kartrid gas nitrous (bulb atau whippet) ke dalam objek lain, seperti balon, atau langsung ke dalam mulut. Efeknya terasa hampir segera dan berlangsung selama beberapa menit.

Jika menghirup jumlah besar nitrous oxide, atau seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang sudah ada sebelumnya, atau tidak mendapatkan cukup oksigen, pengguna gas ini bisa mengalami overdosis dengan efek seperti penurunan tekanan darah, pingsan, hingga serangan jantung.

Menghirup nitrous oxide dapat berakibat fatal jika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen atau yang dikenal sebagai hipoksia.

(lom/mik)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK