Analisa Badan Geologi Soal Gempa Dangkal M4,5 Guncang Bantul

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 16:08 WIB
Ilustrasi. Gempa magnitudo 4,5 mengguncang Bantul, Yogyakarta, siang ini. Badan Geologi menyebutkan gempa terkait aktivitas Sesar Opak, tanpa kerusakan dilaporkan. (Foto: Istockphoto/ Vchal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1) siang. Gempa tercatat terjadi pada pukul 13.15 WIB.

Episenter gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur dengan kedalaman hiposenter 11 kilometer. Berdasarkan analisis Badan Geologi Kementerian ESDM, gempa ini diperkirakan berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak.

Sementara itu, lembaga internasional mencatat parameter berbeda. United States Geological Survey (USGS) melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 5,7 dengan kedalaman 127 kilometer, sedangkan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Jerman mencatat magnitudo 5,73 pada kedalaman 125,4 kilometer.

Menurut Badan Geologi, lokasi episenter berada di daratan dengan kondisi morfologi yang bervariasi, mulai dari dataran, berombak, bergelombang, hingga perbukitan dan pegunungan.

Litologi wilayah tersebut tersusun atas batuan sedimen, batuan gunung api, dan batuan karbonat berumur tersier, serta batuan gunung api kuarter.
"Batuan yang telah mengalami pelapukan dan sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi," tulis Badan Geologi dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Berdasarkan data kecepatan gelombang geser tanah (Vs30), wilayah sekitar episenter termasuk dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak) serta Kelas Tanah D (tanah sedang). Kondisi ini dapat menyebabkan guncangan terasa lebih kuat dibandingkan wilayah dengan tanah keras.

BMKG melaporkan gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Magelang. Sementara di Pacitan, Solo, Trenggalek, Purworejo, dan Wonogiri, guncangan dirasakan dengan intensitas II MMI. Meski dirasakan di sejumlah daerah, gempa ini tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan.

Badan Geologi menyebutkan gempa tersebut diperkirakan tidak diikuti bahaya ikutan seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi, maupun longsoran.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan secara mandiri, mematuhi rambu evakuasi, serta menjauhi daerah tebing yang rawan gerakan tanah, terutama saat hujan.

(wpj/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK