Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini, Potensi Hujan Seharian?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Sabtu (31/1). Simak prediksinya.
Menurut BMKG, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diprakirakan akan hujan dengan intensitas ringan pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Kemudian wilayah ini akan berawan tebal pada 13.00 hingga 22.00 WIB.
Melansir Antara, kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Jakarta Utara. Namun pada 22.00 WIB, daerah ini diprediksi akan kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Sementara itu, Jakarta Selatan hanya akan berawan tebal pada 07.00 WIB dan mulai turun hujan ringan pada 10.00 hingga 19.00 WIB. Cuaca di wilayah ini akan kembali berawan tebal pada 22.00 WIB.
Kemudian di Jakarta Timur, BMKG memprakirakan wilayah ini akan diguyur hujan dengan intensitas ringan sejak 07.00 hingga 22.00 WIB.
Lalu Kepulauan Seribu diprediksi akan turun hujan pada 07.00 hingga 10.00 WIB. Meski cuaca sempat berawan tebal hingga berawan pada 13.00 hingga 16.00 WIB, namun hujan akan kembali turun pada 19.00 hingga 22.00 WIB.
Faktor pemicu
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat mengguyur sejumlah wilayah Indonesia.
Curah hujan tertinggi tercatat di Jawa Barat (121,8 mm/hari), Sumatera barat (108 mm/hari), Banten (88,6 mm/hari), Jawa Timur (85,2 mm/hari), DK Jakarta (84,4 mm/hari), Jawa Tengah (72,8 mm/hari), Bali (70,4 mm/hari), DI Yogyakarta (69,6 mm/hari) dan Aceh (55,6 mm/hari).
Menurut BMKG curah hujan yang signifikan tersebut diakibatkan aktivitas monsun Asia yang membawa massa udara dingin dari wilayah Asia yang ditandai oleh peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan. Selain itu, di wilayah Selat Karimata kecepatan angin masih menguat yang mendeteksi adanya aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS).
Di wilayah barat dan selatan Indonesia juga teramati angin baratan yang menguat sehingga mengakibatkan terjadinya konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan pembentukan awan konvektif di wilayah Samudra Hindia barat Sumbar hingga Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 98S yang telah melemah menjadi Pusat Tekanan Rendah turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan konvektif di wilayah selatan Indonesia dalam sepekan terakhir. Hal ini juga didukung oleh kondisi kelembaban udara yang tinggi serta labilitas atmosfer yang kuat.
Akibat dari beberapa faktor tersebut, proses pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan, berlangsung lebih intensif dan dengan cakupan yang meluas, sehingga memicu terjadinya berbagai bencana hidrometeorologis dalam periode sepekan terakhir
(dmi/dmi)