Apple Akuisisi Startup Israel Rp26,86 Triliun, Ini Tujuannya
Apple mengumumkan akuisisi Q.ai, sebuah startup asal Israel yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk audio dan analisis suara.
Menurut sumber yang mengetahui transaksi tersebut, nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai $1,6 miliar atau sekitar Rp26,86 triliun, meski Apple tidak merinci detail finansial secara resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple tidak menjelaskan bagaimana mereka akan menggunakan teknologi yang dikembangkan Q.ai. Raksasa teknologi asal California, Amerika Serikat, itu hanya mengatakan bahwa startup tersebut telah mengembangkan aplikasi baru dalam bidang machine learning untuk membantu perangkat memahami ucapan yang diucapkan dengan pelan dan meningkatkan kualitas audio dalam lingkungan yang menantang.
Startup ini mengembangkan aplikasi machine learning untuk memungkinkan perangkat memahami bisikan, meningkatkan kualitas audio di lingkungan bising, dan menganalisis mikrogerakan wajah yang terkait dengan kata yang diucapkan, emosi, detak jantung, dan laju pernapasan.
Seluruh karyawan Q.ai yang berjumlah 100 orang, termasuk CEO Aviad Maizels serta co-founder Yonatan Wexler dan Avi Barliya, akan bergabung dengan Apple.
Maizels sebelumnya mendirikan PrimeSense, perusahaan sensor 3D yang dijual ke Apple pada 2013 dan menjadi dasar pengembangan teknologi pengenalan wajah di iPhone, menggantikan sensor sidik jari.
"Bergabung dengan Apple membuka peluang luar biasa untuk mendorong batasan dan mewujudkan potensi penuh dari apa yang telah kami ciptakan, dan kami sangat senang bisa menghadirkan pengalaman ini kepada orang di seluruh dunia," kata Maizels dalam pernyataannya, melansir Reuters, Jumat (30/1).
Apple telah mulai menanamkan fitur AI baru pada AirPods, termasuk kemampuan menerjemahkan percakapan antarbahasa.
Johny Srouji, Senior Vice President Apple untuk teknologi perangkat keras, menyebut Q.ai sebagai "perusahaan luar biasa yang memelopori cara-cara baru dan kreatif dalam menggunakan imaging dan machine learning."
"Kami sangat antusias mengakuisisi perusahaan ini dengan Aviad di pucuk pimpinan, dan kami lebih bersemangat lagi dengan apa yang akan datang," ujar Srouji.
(dmi/dmi)[Gambas:Video CNN]

