NASA Tunda Peluncuran Misi Bulan Artemis II, Ini Penyebabnya
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026. Misi ini sedianya meluncur pada Minggu, 8 Februari 2026.
Artemis II merupakan misi bersejarah yang akan mengirimkan empat astronaut ke luar orbit Bumi menuju Bulan. Hal ini menandai kembalinya manusia ke misi ruang angkasa jarak jauh sejak Misi Apollo berakhir lebih dari lima dekade lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut NASA penundaan ini terjadi karena mengalami sejumlah masalah selama uji coba, termasuk kebocoran hidrogen saat mengisi bahan bakar roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) Artemis II. Tim akal meninjau ulang data dan melakukan simulasi peluncuran kedua.
""Dengan selang waktu lebih dari tiga tahun antara peluncuran SLS, kami sepenuhnya mengantisipasi akan menghadapi tantangan," kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam sebuah cuitan di X, melansir CNN, Rabu (4/2).
"Itulah tepatnya mengapa kami melakukan uji coba basah. Uji coba ini dirancang untuk mengidentifikasi masalah sebelum penerbangan dan memastikan hari peluncuran dengan probabilitas keberhasilan tertinggi," tambahnya.
Para pemimpin NASA mengaku belum dapat memastikan apakah roket SLS perlu dipindahkan kembali ke gedung perakitan untuk menjalani perawatan. Meski demikian, pengendali peluncuran mencatat masih terdapat sejumlah pekerjaan yang dapat dilakukan selama roket berada di landasan peluncuran.
Pejabat NASA mengatakan jika misi tidak dapat dilaksanakan pada Maret mendatang, peluncuran akan kembali ditunda untuk mengganti beberapa baterai di bagian atas roket.
Misi Artemis II akan membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Mereka akan melakukan eksplorasi antariksa selama 10 hari melampaui sisi jauh Bulan.
Misi ini berpotensi memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.
Sementara ini, para astronaut yang sudah menjalani masa karantina di Houston sejak 21 Januari akan dibebaskan. Mereka akan kembali masuk karantina sekitar dua minggu sebelum tanggal peluncuran yang ditargetkan berikutnya.
Sebelumnya, NASA menyebut bahwa tanggal 6, 7, 8, 9, dan 11 Maret merupakan tanggal yang tersedia untuk peluncuran.
"Maret menjadi waktu peluncuran yang memungkinkan, dan tim akan meninjau secara menyeluruh data dari uji coba, mengatasi setiap masalah, dan kembali melakukan uji coba sebelum menetapkan tanggal peluncuran resmi," kata NASA dalam posting blognya.
Uji coba 700 ribu galon
NASA sebelumnya sudah melakukan uji coba simulasi peluncuran Artemis II. Dalam uji coba ini, pengendali peluncuran mengisi roket SLS dengan lebih dari 700 ribu galon bahan bakar super dingin dan menjalankan simulasi hitung mundur, seolah-olah peluncuran sungguhan sedang berlangsung.
"Ini adalah kesempatan pertama bagi kami untuk menempatkan sistem terintegrasi Artemis II di landasan peluncuran dengan semua sistem bekerja bersama," kata John Honeycutt, ketua Tim Manajemen Misi Artemis II, dalam konferensi pers pada Selasa.
"Bagi saya, poin utama adalah kami mendapat kesempatan untuk roket berkomunikasi dengan kami, dan roket itu melakukannya," tambahnya.
Namun, uji coba ini tidak berjalan mulus. Beberapa jam setelah pengisian bahan bakar, tim menemukan kebocoran hidrogen, masalah yang sebelumnya juga muncul pada uji coba pertama SLS pertama tahun 2022 sebelum misi Artemis I.
Hidrogen cair yang disimpan pada suhu -253 derajat Celsius itu terkenal sulit dikendalikan karena molekulnya sangat kecil.
"Di lapangan, kami cukup terbatas dalam hal seberapa banyak realisme yang bisa kami masukkan ke dalam uji coba. Kami berusaha menguji seperti saat kami terbang, tetapi antarmuka ini sangat kompleks. Yang ini membuat kami terkejut," jelas dia.
Setelah kebocoran ditangani, roket masuk ke mode pengisian ulang, di mana tangki diisi secukupnya. Namun, tim "closeout" yang menutup pintu kabin wahana astronaut menghadapi masalah dengan katup yang terbuka secara tidak sengaja, sehingga simulasi peluncuran ditunda hingga dini hari Selasa.
NASA mengatakan pengendali sempat menghitung mundur hingga 5 menit terakhir, sebelum sistem otomatis menghentikan hitungan mundur karena lonjakan kebocoran hidrogen cair. Uji coba berikutnya akan fokus pada fase-fase yang terlewat.
NASA menegaskan, meskipun persiapan prapeluncuran lebih lancar dibanding Artemis I 2022, mereka masih memiliki opsi memindahkan roket SLS dan Orion kembali ke gudang perakitan jika diperlukan. Saat ini, belum jelas apakah langkah tersebut akan dilakukan.
(dmi/dmi)[Gambas:Video CNN]

