Asteroid 2024 YR4 Berpeluang Tabrak Bulan, Apa Efeknya Buat Bumi?

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 12:01 WIB
Ilustrasi. Asteroid 2024 YR4 berpeluang menabrak Bulan pada 2032 dan berpotensi menghasilkan 100 kilogram batu Bulan meluncur ke Bumi. (Foto: REUTERS/ASI/NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asteroid 2024 YR4 berpeluang menabrak Bulan pada 2032 dan berpotensi menghasilkan 100 kilogram batu Bulan meluncur ke Bumi. Fenomena ini akan menciptakan badai meteor super, hujan meteor ekstrem yang akan terjadi antara dua hingga 100 hari setelah tabrakan.

Meski demikian, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut peluang asteroid ini menabrak Bulan hanya 4,3 persen.

Selain hujan meteor, sebuah studi pada 2025 mengatakan dampak tabrakan tersebut akan melepaskan energi setara dengan 6,5 juta ton TNT, menjadikannya hantaman Bulan terbesar yang tercatat dalam zaman modern.

Batu angkasa yang berdiameter sekitar 60 meter atau seukuran gedung berlantai 15 ini ditemukan pada 27 Desember 2024.

Asteroid ini sempat menjadi sorotan pada Februari 2025, ketika astronom menghitung bahwa batu angkasa tersebut memiliki probabilitas tertinggi sepanjang sejarah untuk menabrak Bumi di antara asteroid seukuran atau lebih besar.

Probabilitas asteroid ini menghantam Bumi mencapai 3,1 persen, lebih kecil dari peluangnya menghantam Bulan. Namun, perhitungan lebih rinci mengenai lintasan asteroid tersebut menghilangkan kemungkinan batu angkasa tersebut menabrak Bumi selama lintasan dekatnya pada 22 Desember 2032.

Peluang tabrakan asteroid ini dengan Bulan menarik perhatian Yifei Jiao, seorang peneliti pasca-doktoral di Universitas California, Santa Cruz.

Dia dan rekan-rekannya menyadari bahwa ini adalah eksperimen alam yang langka. Alhasil, para peneliti ingin mengevaluasi semua hasil yang mungkin.

Untuk melakukan hal ini, para ilmuwan menciptakan model komputer sistem tata surya yang mencakup asteroid, semua planet, Bulan, dan Matahari. Mereka lalu mensimulasikan lintasan 2024 YR4 saat melintas dengan cepat melalui bagian dalam sistem tata surya.

Dengan menyesuaikan lintasan batu angkasa tersebut, tim menciptakan 10.000 simulasi semacam itu, yang digunakan untuk mengidentifikasi area tabrakan paling mungkin di Bulan.

Menggunakan set simulasi skala lebih detail yang berbeda, para peneliti juga mensimulasikan proses tabrakan sebenarnya selama interval waktu 500 detik. Tim memodelkan rentang skenario kemungkinan untuk puing-puing tabrakan, melacak lintasan objek yang lolos dari gravitasi bulan.

Hasil simulasi mereka, yang tersedia di server preprint arXiv dan belum direview oleh rekan sejawat, menunjukkan bahwa asteroid tersebut kemungkinan akan menabrak bulan di sepanjang jalur sepanjang sekitar 3.000 kilometer.

Koridor hantaman diprediksi terletak tepat di utara kawah Tycho bulan. Wilayah itu akan berada di bagian bawah Bulan jika diamati dari belahan utara Bumi.

Tabrakan tersebut akan menghasilkan kilatan cahaya seperti bintang dengan magnitudo antara -2,5 hingga -3 atau sekitar terang Venus di langit malam.

Penulis utama Yifan He, seorang peneliti di Universitas Tsinghua di China mengatakan kilatan tersebut akan berlangsung antara 200 dan 300 detik, namun akan terlihat setidaknya hanya selama 10 detik "ketika kilatan cukup terang di atas kondisi latar belakang untuk dapat dikenali dengan pasti."

Jika tabrakan terjadi, waktu tabrakan yang diprediksi adalah pukul 10:19 EST (22.19 WIB), sehingga kilatan cahaya akan terlihat di bagian dunia di mana Bulan telah terbit. Hal ini membuat Asia Timur, Oseania, Hawaii, dan Amerika Utara bagian barat menjadi tempat yang ideal untuk mengamatinya.

Dikutip dari Live Science pada Rabu (4/2), tabrakan asteroid 2024 YR4 dengan Bulan masih cukup tidak pasti, tetapi hal ini memicu antusiasme para peneliti.

"Jika skenario ini terwujud, ini akan menjadi tonggak sejarah bagi ilmu planet, mengubah sistem Bumi-Bulan menjadi panggung besar untuk memvalidasi pemahaman kita tentang dampak asteroid," kata Yixuan Wu, seorang peneliti di Universitas Tsinghua dan juga rekan penulis studi tersebut.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK