19 Gempa Susulan Terjadi di Yogya usai Gempa M6,2 Guncang Pacitan

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 09:49 WIB
Ilustrasi. BMKG DIY mencatat 19 gempa susulan di Yogyakarta setelah gempa magnitudo 6,2 di Pacitan. Gempa ini tidak berpotensi tsunami dan tidak saling berkaitan. (Foto: Istockphoto/ Allanswart)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mencatat sebanyak 19 kali gempa susulan di Yogyakarta setelah daerah tersebut sempat ikut bergetar usai gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, Jumat dini hari (6/2).

"Sampai jam 06.58 WIB tercatat 19 kali gempa (susulan)," kata Koordinator Tim Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY, Budiarta, Jumat.

Budiarta menuturkan, skala magnitudo gempa susulan ini berkisar antara 1,9 hingga 4.

Namun begitu, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono memastikan gempa ini tidak saling berkaitan. Menurutnya gempa susulan di sekitaran Yogyakarta berada di dekat jalur Sesar Opak, sementara gempa yang mengguncang Pacitan tergolong megathrust.

"Tidak ada kaitan. Kan yang satu di jalur Sesar Opak, itu bukan megathrust," kata Daryono.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan di tenggara wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat dini hari (6/2). Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,2 dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal," kata Daryono.

"Patut disyukuri bahwa gempa pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena dapat berpotensi tsunami," lanjut dia.

Menurut Daryono gempa yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB itu dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng.

Daryono menjelaskan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,98° LS ; 111,18° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 Km arah Tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 58 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata dia (6/2).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," lanjut dia.

Guncangan gempa ini dirasakan cukup luas di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Daerah Bantul, Sleman dan Pacitan dilaporkan mengalami intensitas IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, wilayah lain seperti Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara merasakan gwtaran skala intensitas III MMI yang dianalogikan seperti truk yang sedang melintas di depan rumah.

Sedangkan wilayah Tuban dan Jepara merasakan getaran dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

(kum/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK