Bibit 98P Berpotensi Jadi Siklon Tropis, Wilayah Ini Bisa Terdampak

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2026 07:07 WIB
Bibit Siklon Tropis 98P berpeluang tinggi menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam mendatang. Simak prediksinya.
Ilustrasi. Bibit Siklon Tropis 98P berpeluang tinggi menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam mendatang. (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bibit Siklon Tropis 98P berpeluang tinggi menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam mendatang. Simak prediksinya.

"Secara umum potensi bibit 98P menjadi siklon tropis dalam 24 - 72 jam dalam kategori peluang Tinggi," tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) analisisnya, Jumat (6/2).

Bibit Siklon Tropis 98P terbentuk pada 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Analisis per Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 17.8°LS 121.9°BT, di Perairan barat Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG menyebut kecepatan angin maksimum yang terpantau berada di angka 30 knot atau sekitar 55 km/jam dengan tekanan udara minimum 997 hPa.

Berdasarkan analisis animasi citra satelit Himawari dalam 12 jam terakhir, bibit siklon ini menunjukkan aktivitas konvektif yang fluktuatif namun cenderung menguat. Hal tersebut ditandai dengan perluasan area dense overcast serta deep convection yang semakin terorganisir dan simetris, terutama di sektor barat hingga barat laut sistem.

Pola distribusi konveksi yang dominan di satu sisi ini konsisten dengan pengaruh vertical wind shear sedang hingga relatif kuat, khususnya dari utara hingga timur sistem.

Menurut BMKG, bibit siklon ini didukung oleh kondisi lingkungan seperti aktifnya gelombang Low Frequency, kelembapan udara tinggi di setiap lapisan udara, suplai angin (inflow) ke dalam sistem dari barat hingga barat laut, dan vortisitas mendukung di lapisan 850 hPa hingga 500 hPa.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas bibit 98P diprakirakan meningkat dengan kecepatan angin di sekitar sistem antara 35 - 40 knot di kuadran utara dan selatan sistem menjadi siklon tropis kategori 1, dengan pergerakan perlahan ke arah barat-barat daya memasuki wilayah pesisir barat Australia.

Sementara dalam 48 jam ke depan sistem memasuki perairan di barat laut Australia dengan intensitas masih terus meningkat dengan kecepatan angin mencapai 50 knot mencapai kategori 2 dengan pergerakan ke arah barat daya.

Bibit 98P berpotensi memberikan dampak tidak langsung di sejumlah wilayah hingga Sabtu (7/2), mulai dari hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, bibit siklon ini juga berpotensi memicu gelombang 1,25-2,5 meter di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan NTT.

Sementara itu, Siklon Tropis Penha yang berkembang dari bibit 94W tengah berada Laut Bohol, sebelah utara Pulau Mindanao Filipina, 9.6 derajat LU, 124.9 derajat BT atau sekitar 698 km sebelah utara Tahuna.

Siklon tropis ini berada dalam kategori 1 dengan kekuatan 35 knot atau sekitar 65 km/jam dan tekanan 1004 hPa. Dalam 24 jam ke depan, intensitas siklon tropis ini diperkirakan akan menurun menjadi kategori low.

"Intensitas siklon tropis PENHA dalam 24 jam ke depan menurun menjadi kategori Tropical Depression (Low) dengan pergerakan ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia," kata BMKG.

Meski intensitas menurun, siklon tropis ini masih berpotensi memicu hujan intensitas sedang hingga lebat di Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta angin kencang di Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Kemudian, siklon ini juga berpotensi memicu gelombang 1,25-2,5 meter di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua, Perairan Kepulauan Sangihe, dan Laut Sulawesi bagian timur.

Selain itu, gelombang 2,5-4 meter di Samudra Pasifik Utara Maluku.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]