WhatsApp Blokir Chatbot AI Kompetitor, Meta Bakal Ditindak

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 18:00 WIB
Ilustrasi. Uni Eropa mengancam Meta karena memblokir chatbot AI kompetitor di WhatsApp. Komisi Eropa menilai ini melanggar aturan antimonopoli dan merugikan pasar. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Eropa mengancam untuk menindak Meta karena telah memblokir chatbot kecerdasan buatan (AI) kompetitor dari platform pesan instan mereka, WhatsApp.

Pada Senin (9/2), Komisi Eropa mengatakan bahwa WhatsApp Business melanggar aturan antimonopoli UE.WhatsApp Business merupakan aplikasi yang dirancang untuk digunakan oleh bisnis dalam berinteraksi dengan pelanggan.

Sebelumnya, pembaruan WhatsApp Business pada Oktober lalu membuat asisten AI satu-satunya yang dapat digunakan di WhatsApp adalah Meta AI. Meta AI merupakan agen AI yang dikembangkan oleh Meta yang juga pemilik Facebook dan Instagram.

Komisi Eropa menyatakan Meta adalah pemain dominan di pasar pesan di UE dan "menyalahgunakan" posisi ini dengan "menolak akses WhatsApp kepada bisnis lain".

Komisi ini mengatakan posisi tersebut dapat menyebabkan "kerusakan serius dan tidak dapat diperbaiki di pasar."

Mereka mengatakan bahwa WhatsApp dianggap sebagai pintu masuk penting bagi chatbot AI seperti ChatGPT milik OpenAI untuk menjangkau konsumen.

Peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara otoritas Eropa dan pemerintahan Donald Trump terkait regulasi perusahaan teknologi AS.

Komisaris Eropa dilaporkan sedang bersiap untuk memperketat penegakan aturan anti-monopoli utamanya, sementara pemerintahan Trump menyebut hal tersebut sebagai "diskriminatif" terhadap perusahaan AS.

"Sangat jelas bahwa kita perlu mempertahankan, menerapkan, dan menegakkan aturan kita, untuk mempertahankan pasar kita, pasar yang berfungsi dengan baik," kata Komisaris Persaingan UE, Teresa Ribera, dikutip dari The Guardian, Senin (9/2).

Pada Desember, AS menjatuhkan sanksi terhadap mantan Komisaris Eropa Thierry Breton serta empat aktivis Eropa lainnya, dengan tuduhan melakukan sensor dan "menekan pandangan Amerika".

Langkah ini secara luas dianggap sebagai eskalasi atas respons regulasi Eropa terhadap platform teknologi AS.

Breton kemudian mengajukan banding terhadap sanksi tersebut, dan Komisi Eropa telah mengumumkan akan mendukungnya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan respons AS terhadap langkah-langkah UE terhadap WhatsApp, Ribera mengatakan tak mengetahui bagaimana tafsir dari pihak luar.

"Saya tidak tahu bagaimana hal ini akan ditafsirkan oleh pemerintah mana pun, tetapi menurut saya, ini tidak terkait dengan politik, melainkan terkait dengan pasar yang berfungsi dengan baik," katanya.

Di sisi lain, juru bicara Meta mengatakan tidak ada alasan bagi UE untuk ikut campur dalam bisnis API WhatsApp.

"Faktanya, tidak ada alasan bagi UE untuk campur tangan dalam WhatsApp Business API. Ada banyak opsi AI dan orang dapat menggunakannya dari toko aplikasi, sistem operasi, perangkat, situs web, dan kemitraan industri," tuturnya.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK