Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKG
Hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Lantas, kapan kira-kira musim hujan berakhir dan digantikan oleh musim kemarau?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di sejumlah wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, diprediksi berakhir pada Februari hingga Maret 2026. Selanjutnya, musim kemarau 2026 di Indonesia diprakirakan mulai berlangsung pada April.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, periode April hingga September 2026 akan didominasi musim kemarau, sebelum hujan kembali turun sekitar Oktober.Hal itu disampaikan Faisal usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1), melansir Detik.
"Bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai sekitar Oktober," ujar Faisal.
Meski memasuki kemarau, BMKG mengingatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.Salah satu pemicunya adalah fenomena La Nina lemah yang saat ini masih aktif dan meningkatkan curah hujan.
BMKG memprediksi La Nina lemah akan terus melemah hingga Maret 2026 dan tidak berkembang menjadi La Nina kuat.Kondisi iklim nasional diproyeksikan kembali normal mulai April, dengan fase netral tanpa pengaruh El Nino maupun La Nina hingga akhir 2026.
"La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret. Ini berdasarkan prakiraan iklimnya," kata Faisal.
BMKG juga memastikan El Nino tidak akan terjadi seperti pada periode 2023-2024. Berdasarkan Climate Outlook 2026, La Nina masih bertahan pada Januari-Februari-Maret, lalu beralih ke fase netral pada Maret-April-Mei.
Dengan kondisi netral tersebut, suhu udara nasional pada 2026 diperkirakan berada dalam kisaran normal dan lebih rendah dibanding 2024.
Namun BMKG tetap mengimbau kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama pada puncak musim hujan Januari-Maret 2026, sembari menegaskan bahwa tantangan iklim ke depan juga dipengaruhi perubahan iklim jangka panjang.