Prediksi BMKG: Bali Berpotensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 13:18 WIB
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di Bali dari 11-17 Februari 2026. Warga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Ilustrasi. BMKG mengingatkan potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di Bali dari 11-17 Februari 2026. Warga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. (Foto: Istockphoto/Yury Karamanenko)
Bali, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah di Pulau Bali selama periode 11 hingga 17 Februari 2026 atau dalam sepekan ke depan.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi dan belokan angin di wilayah Bali," kata Cahyo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2).

"Dan kelembapan udara basah hingga lapisan atmosfer atas 200 milibar (mb) menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas konvektif dan potensi kejadian cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang, lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang," imbuhnya.

Ia menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.

"Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah," jelasnya.

Kemudian, perlu diwaspadai pula potensi tinggi gelombang laut mencapai 1.25 hingga 2.5 meter untuk wilayah Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali.

Pihaknya juga menghimbau, melihat potensi cuaca tersebut agar masyarakat untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar.

"Dan terus memantau informasi terkini dari BMKG," ujarnya.

(kdf/dmi)


[Gambas:Video CNN]