Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Daftar Daerah Terdampak

CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 06:45 WIB
Ilustrasi. BMKG menginformasikan Monsun Asia dan fenomena MJO aktif, membuat sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terkena cuaca ekstrem. (Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Monsun Asia masih aktif dalam sepekan ke depan. Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga aktif mendorong hujan lebat di sejumlah wilayah Tanah Air.

"Dalam sepekan ke depan, monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 13-19 Februari.

"Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi berpengaruh terhadap kondisi atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan," tambahnya.

Selain Monsun Asia dan MJO, sejumlah fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal lain masih signifikan berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, nilai SOI dan Niño 3.4 mengindikasikan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur.

Kemudian, MJO diperkirakan aktif di Samudra Hindia barat Sumatera, perairan utara Aceh, Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah tersebut.

Aktivitas Gelombang Rossby dan Kelvin juga diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Sementara Monsun Asia diperkirakan bakal diperkuat dengan Indeks Surge dan CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berpotensi mengalami signifikansi.

Lebih lanjut, sirkulasi siklonik masih berpotensi tumbuh di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di sekitar wilayah Kalimantan.

"Dengan kelembapan udara yang masih tinggi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia," tulis BMKG.

Melihat dinamika atmosfer selama beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Berikut daftar wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat selama periode 13-19 Februari:

13-15 Februari

Hujan lebat-sangat lebat

- Kep. Bangka Belitung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
- Papua

Angin kencang

- Sulawesi Utara
- Sulawesi Selatan
- Maluku

16-19 Februari

Hujan lebat-sangat lebat

- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK