Indosat Antisipasi Lonjakan Trefik Internet Saat Lebaran
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkirakan kenaikan trefik data saat lebaran berada pada kisaran 18 persen dibandingkan dengan hari normal, dengan puncaknya pada H+1 atau H+2 Idul Fitri.
"Dari internal prediction kami, itu pada saat hari H, (trefik data) kita akan naik sekitar 18,1 persen. Biasanya peaknya itu di H plus 1 atau plus 2. Jadi bukan di hari H," kata Raden Tofan, SVP Head of Network Operations Indosat dalam acara bertajuk Menebar Semangat Kebaikan #LebihBaikIndosat, Jakarta, Jumat (20/2).
Indosat memperkirakan puncak trefik data akan mencapai 65 ribu TB pada H+2 lebaran. Angka ini meningkat 22,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY).
Operator seluler (opsel) berwarna kuning ini memperkirakan 14 juta pelanggannya akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026.
Tofan menyebut ada 797 titik yang diprediksi bakal mengalami kenaikan trefik atau yang biasa disebut point of interest (POI) imbas mobilitas para pelanggannya pada periode tersebut. Mengantisipasi padatnya trefik, Indosat memperkuat dan mengoptimalkan jaringan di ratusan titik POI yang tersebar di 75 jalur tersebut, mulai dari meningkatkan kapasitas hingga memasang mobile BTS.
Indosat juga melakukan pemantauan 24/7 untuk memastikan pelanggan tetap terhubung tanpa gangguan, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik.
"Kita akan pastikan jaringannya kapasitasnya cukup, dan juga stabil.
Selain itu, kita juga punya sekitar 2.500 engineer. Jadi teman-teman di region itu kita standby-kan 24 jam. 24/7," tutur Tofan.
Beberapa wilayah yang diperkirakan peningkatan trefik signifikan di antaranya Bogor (22 persen), Garut (47 persen), Tangerang (16 persen), Karawang (18 persen), dan Sukabumi (24 persen).
Di wilayah Jawa Tengah, lonjakan tertinggi diperkirakan terjadi di Kebumen dengan angka mencapai 89 persen. Wilayah lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat, yaitu Brebes (72 persen), Cilacap (59 persen), Klaten (57 persen), dan Banyumas (47 persen).
Untuk area Sumatera, Lampung Timur menjadi yang teratas dalam peningkatan trefik dengan angka 55 persen. Selanjutnya terdapat Lampung Tengah dan Lampung Utara yang keduanya tumbuh sebesar 41 persen, diikuti oleh Lampung Selatan (31 persen) dan Deli Serdang (16 persen).
Di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, pertumbuhan tertinggi diperkirakan terjadi Sambas dan Jeneponto yang keduanya tumbuh sebesar 53 persen. Kemudian disusul oleh Barito Kuala (43 persen), Bulukumba (39 persen), dan Kutai Kartanegara (22 persen).
(lom/dmi)