Indosat Rilis Aplikasi Sahabat AI, Bisa Apa Saja?
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan aplikasi Sahabat AI yang tak hanya bisa dimanfaatkan pengguna Indosat, tetapi terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, mulai dari pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik.
"Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Platform ini dibangun di atas keyakinan kami bahwa teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang," ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (25/2).
"Dengan menjadikan Sahabat-AI terbuka, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan secara luas, kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri," tambahnya.
Model AI ini didukung infrastruktur AI terdistribusi yang ditenagai GPU NVIDIA L40s dan H100,
Sebagai produk lokal, Sahabat AI disebut hadir sebagai agen AI yang benar-benar memahami cara masyarakat Indonesia berbicara, hidup, dan terhubung.
Sahabat AI menggabungkan pemahaman mendalam terhadap bahasa, budaya, dan konteks lokal dengan teknologi AI. Model AI ini bahkan telah mendukung penggunaan sejumlah bahasa daerah.
Sahabat AI yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 kini hadir dalam bentuk aplikasi Android dan iOS.
Sahabat AI disebut dapat menurunkan hambatan adopsi AI di Indonesia.
Platform ini menghadirkan kemampuan multi-model dan multi-modal yang memungkinkan pengguna beralih secara mulus dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam dalam satu antarmuka terpadu.
Untuk memastikan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab, Sahabat AI memiliki rancangan guardrails berlapis yang selaras dengan norma sosial, nilai budaya, serta standar etika di Indonesia.
Langkah ini disebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memerangi konten negatif dan menjaga ruang digital nasional yang sehat.
Mekanisme ini dinilai membantu menjaga interaksi tetap aman, melindungi pengguna, serta merawat ruang digital Indonesia, sambil tetap mendorong inovasi berkembang secara bertanggung jawab.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut teknologi harus bersifat inklusif dan membuka akses bagi siapa pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa dan budaya.
"Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar Paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa. Platform ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat," kata Meutya dalam acara yang sama.
"Saya mendorong untuk seluruh lapisan masyarakat menggunakan Sahabat AI dan menjadi bagian dari perjalanan dari perkembangan AI dalam negeri," tambahnya.
(lom/fea)