Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Saat Libur Lebaran

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mar 2026 18:36 WIB
BMKG memprakirakan cuaca pada periode libur Lebaran 2026 didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai wilayah Indonesia.
Ilustrasi. BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama libur Lebaran 2026. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca pada periode libur Hari Raya Idulfitri 2026 didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai wilayah Indonesia. Namun, ada beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat.

"BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas terutama selama periode Angkutan Lebaran 2026," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani dalam keterangannya, Rabu (4/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat saat periode libur Lebaran 2026 di antaranya Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Selain itu, wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, hingga Papua Pegunungan juga berpotensi diguyur hujan lebat.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, secara umum cuaca pada periode tersebut masih berpotensi didominasi hujan, meski sebagian wilayah mulai menunjukkan tanda peralihan menuju musim kemarau.

Menurutnya, kondisi atmosfer pada Maret 2026 masih mendukung terbentuknya hujan di banyak wilayah Indonesia.

Dalam proyeksinya, BMKG membagi potensi hujan selama Maret 2026 menjadi tiga periode. Pada 1-10 Maret, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mendominasi, namun hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian pada periode 11-20 Maret serta 21-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang, namun peluang hujan lebat berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan," kata Faisal dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri yang digelar di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3), dalam keterangan resminya.

Warga kehujanan saat hujan deras dan angin di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2024. Sebagian besar wilayah DKI Jakarta diguyur hujan deras, Kamis (11/1/2024) siang. Di Jakarta Pusat, hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan masih berlangsung hingga 14.21 WIB. (CNN Indonesia/Safir Makki)Ilustrasi. BMKG memprakirakan hujan intensitas ringan hingga sedang mewarnai sejumlah wilayah Indonesia selama periode libur Lebaran 2026. (CNN Indonesia/Safir Makki)

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi sepanjang Maret. Bahkan, beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah berpeluang mengalami curah hujan sangat tinggi.

Memasuki April, intensitas hujan diprakirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di sejumlah wilayah, meskipun secara bertahap beberapa daerah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.

Lebih lanjut, Andri mengatakan pihaknya menyiapkan langkah mitigasi melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan secara situasional dan berbasis kebutuhan.

Langkah tersebut bertujuan untuk membantu menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya pada kawasan dengan mobilitas masyarakat tinggi selama masa mudik.

"Diseminasi informasi cuaca untuk sektor transportasi diharapkan dapat mendukung keselamatan transportasi dan mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem di sektor transportasi," katanya.

"BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca, peringatan dini, serta kondisi potensi risiko melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," pungkasnya.

(lom/els)


[Gambas:Video CNN]