Jakarta Hujan atau Panas Hari Ini Kamis 12 Maret? Cek Prediksi BMKG

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 05:50 WIB
Ilustrasi. BMKG memprediksi cuaca cerah berawan di Jabodetabek pada Kamis (12/3), dengan potensi hujan ringan di Kepulauan Seribu dan peringatan angin kencang di Banten. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap prediksi cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Kamis (12/3). Seperti apa prediksinya?

Berdasarkan prakiraan BMKG, di seluruh wilayah Jakarta cuaca cenderung cerah berawan sejak pagi hingga malam hari. Namun, di Kepulauan Seribu berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada dini hari.

BMKG juga memprediksi tidak ada wilayah di Jabodetabek yang masuk kategori waspada, siaga, maupun awas untuk potensi hujan sedang hingga sangat lebat.

Namun demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Banten, yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta Kabupaten Tangerang.

BMKG mengungkap intensitas curah hujan di Jakarta dan sekitarnya menurun dibandingkan pekan sebelumnya imbas dinamika atmosfer yang mereda.

"Betul (tidak ada hujan lebat di Jabodetabek), pekan ini dinamika atmosfernya sedang mereda, intensitas curah hujan menurun dibanding pekan sebelumnya, namun untuk beberapa wilayah masih ada potensi," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/3).

Sebelumnya, wilayah Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas sangat lebat pada akhir pekan lalu. Pada periode tersebut, curah hujan harian pada kategori sangat lebat teramati di wilayah Banten (141.8 mm/hari) dan Jakarta Timur (123.4 mm/hari).

Menurut BMKG, tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia.

Monsun Asia disebut mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa, sehingga memperkuat daerah konvergensi dan memicu pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial melintas di sebagian wilayah Indonesia juga turut meningkatkan anomali angin baratan yang semakin mendukung pembentukan awan konvektif.

Kondisi tersebut, kata BMKG, diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang signifikan, terutama di Jawa bagian barat, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.

(wpj/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK