Meta Akuisisi Moltbook, Platform Media Sosial Khusus Agen AI

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 16:30 WIB
Meta mengakuisisi Moltbook, platform media sosial untuk agen AI, memperkuat pengembangan kecerdasan buatan.
Meta mengakuisisi Moltbook, platform media sosial untuk agen AI, memperkuat pengembangan kecerdasan buatan. (Foto: REUTERS/Raphael Satter)
Jakarta, CNN Indonesia --

Meta resmi mengakuisisi platform media sosial untuk agen AI, Moltbook, dalam langkah terbaru perusahaan memperkuat pengembangan kecerdasan buatan.

Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (10/3) membawa dua pendiri Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, bergabung dengan Meta Superintelligence Labs, unit riset AI Meta yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI yang sebelumnya diakuisisi Meta senilai US$14,8 miliar (sekitar Rp248,6 triliun).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meta tidak mengungkap detail nilai kontrak dalam kesepakatan ini. Schlicht dan Parr diperkirakan akan mulai bekerja di Meta Superintelligence Labs pada 16 Maret.

Melansir The Guardian, Moltbook adalah situs serupa Reddit di mana bot yang didukung AI tampak bertukar kode dan membicarakan pemilik manusia mereka. Platform ini dimulai sebagai eksperimen niche pada akhir Januari.

Sejak itu, Moltbook menjadi pusat perdebatan yang semakin hangat tentang seberapa dekat komputer dengan kecerdasan serupa manusia. Perkembangan ini menandakan persaingan yang semakin ketat di antara raksasa teknologi dalam upaya merekrut talenta dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Agen otonom yang mampu melaksanakan tugas-tugas di dunia nyata kini beralih dari sekadar inovasi menjadi batas baru dalam industri ini.

CEO OpenAI, Sam Altman, telah menganggap Moltbook sebagai tren sementara, namun ia mengakui bahwa teknologi dasarnya memberikan gambaran tentang masa depan.

Bulan lalu, OpenAI merekrut Peter Steinberger, pencipta OpenClaw sebuah bot sumber terbuka yang sebelumnya dikenal sebagai Clawdbot atau Moltbot untuk mendukung proses open-sourcing proyek tersebut.

"Moltbook mungkin [hanya tren sesaat], tapi OpenClaw tidak," ujar Altman.

Mike Krieger, Kepala Produk Anthropic, mengatakan bahwa kebanyakan orang belum siap memberikan otonomi penuh kepada AI atas komputer mereka.

Sementara itu, Schlicht telah mengadvokasi "vibe coding," yang melibatkan pembuatan program dengan bantuan AI. Ia mengklaim bahwa ia "tidak menulis satu baris kode pun" untuk situs tersebut. Schlicht sebagian besar mengembangkan Moltbook menggunakan asisten AI pribadinya, Clawd Clawderberg.

Namun, kemunculan Moltbook juga membawa risiko. Menurut firma keamanan siber Wiz, pendekatan tersebut meninggalkan celah besar yang mengekspos pesan pribadi, lebih dari 6.000 alamat email, dan lebih dari satu juta kredensial. Wiz mengatakan masalah tersebut telah diperbaiki setelah mereka menghubungi pemilik situs.

(wpj/dmi)


[Gambas:Video CNN]