Mengenal 3 Ilmuwan Iran yang Mampu Mengubah Dunia

CNN Indonesia
Minggu, 15 Mar 2026 11:10 WIB
Sejak berabad-abad lalu, Persia atau kini dikenal dengan Iran, melahirkan banyak ilmuwan besar yang berpengaruh luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Ilustrasi Tokoh Islam asal Persia, Ibnu Sina. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejak berabad-abad lalu, wilayah Persia atau kini dikenal dengan Iran, melahirkan banyak ilmuwan besar yang memberi pengaruh luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Pada masa yang sering disebut 'Golden Age of Islamic Science', para sarjana ini menulis karya yang menjadi rujukan di berbagai universitas di dunia hingga berabad-abad kemudian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip berbagai sumber, Minggu (15/3), berikut tiga ilmuwan asal Iran yang dikenal memiliki kontribusi besar bagi dunia:

1. Ibnu Sina

Ibnu Sina (980-1037) adalah salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan, terutama di bidang kedokteran dan filsafat.

Ia menulis sekitar 450 karya, di antaranya ada puluhan karya yang membahas ilmu medis. Salah satu yang paling terkenal adalah 'The Canon of Medicine' yang menjadi buku rujukan di sekolah kedokteran di berbagai belahan dunia selama berabad-abad.

Ibnu Sina juga berkontribusi mengembangkan pendekatan observasi klinis dan eksperimen dalam pengobatan, serta memberi kontribusi di banyak bidang lain seperti astronomi, logika, dan filsafat.

Karena pengaruhnya yang besar, Ibnu Sina sering dijuluki Prince of Medicine atau pangeran kedokteran.

2. Ar-Razi

Ar-Razi (865-925), dikenal di Barat sebagai Rhazes, merupakan dokter dan ilmuwan besar yang memberikan terobosan penting dalam ilmu medis dan kimia.

Salah satu pencapaiannya yang paling terkenal adalah membedakan penyakit cacar dan campak, sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai penyakit yang sama.

Ar-Razi juga diketahui menulis banyak buku medis seperti Al-Hawi yang menjadi referensi penting bagi dokter. Ar-Razi juga dikenal sebagai salah satu dokter paling berpengaruh pada masanya di dunia Islam maupun Eropa.

3. Al-Biruni

Al-Biruni (973-1048) adalah ilmuwan serba bisa yang memberikan kontribusi pada astronomi, matematika, geografi, hingga farmasi.

Salah satu pencapaiannya adalah mengembangkan metode eksperimen untuk mengukur kepadatan berbagai zat menggunakan timbangan hidrostatik serta menghitung radius bumi melalui pengamatan ilmiah.

Al-Biruni dikenal sebagai ilmuwan yang sangat teliti dan sering disebut sebagai salah satu pelopor metode ilmiah dalam ilmu alam.

(ldy/wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]