Elon Musk Luncurkan Terafab, Ambisi Produksi Chip AI Sendiri

CNN Indonesia
Minggu, 22 Mar 2026 22:53 WIB
Pengusaha teknologi ternama asal Amerika Serikat (AS), Elon Musk. (AFP/SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan proyek ambisius bernama Terafab, sebuah fasilitas manufaktur chip yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga pusat data, bahkan hingga ke luar angkasa.

Pengumuman tersebut disampaikan Musk pada Sabtu (22/3), menandai langkah baru dalam upaya memperkuat kemandirian teknologi perusahaannya di tengah melonjaknya permintaan komputasi global.

Terafab akan dibangun di dekat Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).

Musk menargetkan fasilitas Terafab  mampu memproduksi daya komputasi hingga satu terawatt per tahun. Sebagai gambaran, satu terawatt setara dengan satu triliun watt, angka yang hampir mendekati total kapasitas pembangkit listrik di AS.

Proyek ini akan dijalankan secara kolaboratif oleh dua perusahaan milik Musk, yakni Tesla dan SpaceX. Keduanya disebut membutuhkan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan yang saat ini tersedia di pasar.

Meski belum mengungkap nilai investasi awal, sejumlah laporan media di AS sebelumnya memperkirakan proyek ini akan menelan biaya antara US$20 miliar hingga US$25 miliar atau setara Rp310 triliun hingga Rp387,5 triliun.

Musk mengakui bahwa selama ini perusahaannya sangat bergantung pada pemasok chip global seperti Samsung, TSMC, dan Micron Technology.

Namun, menurutnya, laju ekspansi produksi dari para pemasok tersebut belum mampu mengejar kebutuhan yang terus meningkat.

"Kami sangat berterima kasih pada rantai pasok kami saat ini, tetapi ada batas kecepatan ekspansi yang mereka anggap nyaman. Dan itu jauh di bawah kebutuhan kami," ujar Musk.

Karena itulah, ia menilai pembangunan fasilitas produksi sendiri menjadi langkah strategis untuk memastikan pasokan chip tetap terjaga di masa depan.

Terafab dirancang sebagai fasilitas teknologi canggih yang mencakup seluruh proses produksi chip, mulai dari desain, manufaktur, pengujian, hingga pengembangan lanjutan dalam satu lokasi.

Dalam tahap awal, proyek ini menargetkan dukungan komputasi sebesar 100 hingga 200 gigawatt di Bumi. Ke depan, Musk bahkan membidik produksi hingga satu terawatt untuk mendukung operasi di luar angkasa.

Meski demikian, Musk belum memberikan jadwal pasti terkait kapan fasilitas ini akan mulai beroperasi atau mencapai kapasitas penuh.

Sejalan dengan visi jangka panjangnya, Musk menyebut Terafab sebagai bagian dari upaya lebih besar untuk membawa umat manusia menjadi "peradaban galaksi" dikutip dari AFP.

Menurutnya, ketersediaan daya komputasi dalam skala besar akan menjadi kunci dalam mengelola sumber daya di planet lain hingga menjelajahi bintang-bintang.

Namun, seperti sejumlah proyek ambisius Musk sebelumnya, realisasi Terafab masih akan menghadapi tantangan besar, mulai dari teknologi, pendanaan, hingga eksekusi di lapangan.

(tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK