Efek Perang Iran-AS, Siap-siap 'Kiamat' Gadget Makin Dekat

CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 09:05 WIB
Ilustrasi. Konflik Timur Tengah mempengaruhi pasokan helium untuk produksi chip. Kenaikan harga komponen seperti chip berdampak pada harga PS5 dan produk lainnya. (Foto: REUTERS/Roei Kastro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel tak hanya berdampak pada pasokan dan harga minyak dunia, tetapi juga pada industri semikonduktor yang menjadi tumpuan gadget modern.

Konflik tersebut tak menyerang langsung produksi chip secara langsung, melainkan mencekik pasokan helium, material paling vital dalam proses manufaktur semikonduktor.

Helium digunakan dalam beberapa tahap penting dalam pembuatan chip, termasuk pendinginan, pendeteksian kebocoran, dan proses manufaktur presisi. Harga gas ini melonjak sejak krisis di Timur Tengah dimulai.

Pasokan helium, yang merupakan produk sampingan dari pengolahan gas alam, sangat terkonsentrasi secara geografis. Menurut data dari U.S. Geological Survey (USGS), Qatar memproduksi hampir sepertiga dari pasokan global gas ini.

"Kekurangan helium merupakan masalah yang sangat mengkhawatirkan," kata Cameron Johnson, mitra senior di konsultan rantai pasokan Tidal Wave Solutions, dikutip dari Reuters, Senin (30/3).

Ia mengatakan perusahaan memiliki sedikit pilihan jangka pendek selain memperlambat produksi dan memprioritaskan produk-produk kritis. Ia menambahkan bahwa banyak di antaranya berharap ada penyelesaian cepat.

Johnson mengatakan kekurangan yang berkepanjangan dapat memaksa pemotongan produksi dan berdampak luas pada berbagai industri, mulai dari elektronik hingga otomotif.

"Karena adanya kekurangan, perusahaan mungkin mulai memperlambat produksi atau pada akhirnya menghentikan produksi chip," katanya.

"Jika hal itu terjadi, Anda akan melihat dampaknya pada sektor-sektor seperti elektronik, otomotif, bahkan ponsel pintar," tambahnya.

Jerry Zhang, Kepala Penjualan China di perusahaan komponen semikonduktor Swiss VAT, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah telah memperketat pasokan helium dan sudah memengaruhi produksi di perusahaannya serta perusahaan lain.

Ia juga menambahkan bahwa keterlambatan pengiriman semakin memperparah dampaknya.

Lebih lanjut, serangan Iran pada pertengahan Maret terhadap fasilitas ekspor gas alam Qatar disebut memaksa fasilitas tersebut ditutup, sehingga mengancam pasokan helium global.

Dikutip dari The Guardian, perusahaan gas milik negara Qatar mengatakan beberapa waktu lalu bahwa penutupan tersebut akan memangkas ekspor helium sebesar 14 persen.

Kenaikan harga di depan mata

Salah satu yang telah mengalami dampak krisis pasokan helium adalah konsol PlayStation 5. Kenaikan harga yang dialami konsol ini harus terjadi karena Sony menghadapi kenaikan biaya komponen utama seperti chip memori.

Harga terbaru di AS, yang berlaku mulai 2 April, akan membuat harga PS5 standar menjadi US$649,99 (Rp11,04 juta), naik dari US$549,99 (Rp9,34 juta).

Sementara itu, edisi digital kini akan dibanderol US$599,99 (Rp10,19 juta), sementara PS5 Pro kelas atas akan dibanderol US$899,99 (Rp15,29 juta). Harga PlayStation Portal remote player juga akan naik menjadi US$249,99 (Rp4,24 juta) dari sebelumnya US$199,99 (Rp3,39 juta).

Kenaikan serupa akan berlaku di seluruh Eropa dan Jepang, setelah apa yang digambarkan perusahaan sebagai "evaluasi cermat" terhadap tekanan kenaikan biaya dalam rantai pasokan global.

PP Tunas Resmi Berlaku, 8 Aplikasi Ini Wajib Blokir Akun Anak (Foto: Alya Hendrahmi/CNNIndonesia)

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK