Prediksi Cuaca Jakarta Hari Ini 2 April: Potensi Hujan Pagi dan Siang

CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 06:04 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari ini, Kamis (2/4). Simak prediksinya.
Ilustrasi. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari ini, Kamis (2/4). (Foto: CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari ini, Kamis (2/4). Simak prediksinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah berstatus waspada (hujan sedang-lebat) meliputi Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor. Sementara itu, Kota Depok berada pada status siaga (hujan lebat-sangat lebat) yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Menurut prakiraan BMKG, hujan berpotensi terjadi pada pagi dan siang hari.

Hujan yang masih terjadi pada awal April ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks. Aktivitas gelombang ekuatorial seperti Rossby dan Kelvin masih terpantau aktif, sementara peralihan dominasi dari monsun Asia ke monsun Australia mulai berlangsung.

Kombinasi ini memicu terbentuknya pola konvergensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya.

Pada skala global, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam fase netral dengan indeks Nino 3.4 sebesar -0,51, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan.

Nilai Dipole Mode Index (DMI) juga berada pada fase netral (-0,13), yang menandakan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia ke Indonesia bagian barat.

Sementara itu, pada skala regional, monsun Australia terpantau mulai menguat dan membawa massa udara yang relatif lebih kering. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian wilayah Indonesia perlahan memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, ditandai dengan dominasi angin timuran.

Meski demikian, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi wilayah Sumatra hingga Papua, yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan. Ditambah dengan gelombang Rossby ekuatorial, kondisi ini membentuk daerah konvergensi di sejumlah wilayah yang turut memperbesar peluang hujan.

Secara umum, pada periode 31 Maret hingga 6 April 2026, cuaca di Indonesia diprediksi didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan intensitas hujan menjadi sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat yang menaungi kawasan Jabodetabek.

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai kilat atau angin kencang berpotensi terjadi dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, hingga longsor. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama di daerah rawan banjir dan wilayah dengan sistem drainase yang kurang baik.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]