Setengah Jalan ke Bulan, Astronaut Artemis 2 Jauh Tinggalkan Bumi

CNN Indonesia
Minggu, 05 Apr 2026 00:01 WIB
Astronaut Artemis 2 melampaui titik tengah perjalanan ke Bulan, kirim foto Bumi dari kapsul Orion.
Ilustrasi. Artemis 2 sudah setengah perjalanan menuju Bulan. (AFP/REID WISEMAN/NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perjalanan misi Artemis 2 memasuki babak penting. Para astronaut kini telah melampaui titik tengah antara Bumi dan Bulan, menandai tonggak krusial dalam perjalanan bersejarah tersebut.

Badan antariksa NASA menyatakan kapsul Orion spacecraft yang membawa empat astronaut itu mencapai titik tersebut sekitar dua hari lima jam setelah lepas landas dari Kennedy Space Center.

Dari dalam kapsul, para awak bahkan sudah dapat menyaksikan Bulan secara langsung. Astronaut Christina Koch menggambarkan momen itu sebagai pengalaman yang penuh kegembiraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bisa melihat Bulan dari jendela docking sekarang, ini pemandangan yang sangat indah," ujarnya dalam siaran langsung resmi NASA menukil AFP.

Data terbaru menunjukkan Orion telah berada lebih dari 229.000 kilometer dari Bumi. NASA juga merilis citra awal yang diambil dari dalam kapsul, memperlihatkan potret utuh Bumi dengan lautan biru dan awan tebal yang dramatis, pemandangan yang semakin menjauh seiring perjalanan mereka ke luar angkasa.

Setelah fase awal misi yang intens, mulai dari peluncuran hingga manuver mesin penting, para astronaut kini mulai beradaptasi dengan kondisi mikrogravitasi. Mereka tetap menjalankan berbagai pengujian sistem dan peralatan di tengah jadwal yang padat.

Astronaut Kanada Jeremy Hansen mengaku masih tak percaya bisa berada sejauh ini dari Bumi dalam perjalanan pertamanya ke luar angkasa.

"Saya sangat menyukainya di sini. Pemandangannya luar biasa," kata Hansen. Ia juga menggambarkan sensasi melayang di gravitasi nol seperti "kembali menjadi anak kecil".

Selain Koch dan Hansen, kru Artemis 2 juga terdiri dari Victor Glover dan Reid Wiseman sebagai komandan misi.

Dalam beberapa hari ke depan, Orion dijadwalkan memasuki fase penting lainnya, yakni wilayah pengaruh gravitasi Bulan atau lunar sphere of influence. Pada titik ini, gaya tarik Bulan akan lebih dominan dibandingkan Bumi terhadap pesawat.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Orion akan mengitari Bulan, pencapaian yang terakhir kali dilakukan manusia lebih dari 50 tahun lalu sejak era Apollo program.

Bahkan, misi ini berpotensi mencetak rekor baru sebagai perjalanan manusia terjauh dari Bumi.

"Tidak ada yang normal dari ini semua. Mengirim empat manusia sejauh 250.000 mil adalah upaya luar biasa," ujar Wiseman.

Misi Artemis 2 merupakan bagian dari rencana jangka panjang NASA untuk kembali secara berkelanjutan ke Bulan. Program ini bertujuan membangun kehadiran permanen manusia di permukaan Bulan, yang nantinya menjadi batu loncatan untuk eksplorasi lebih jauh, termasuk ke Mars.

Di tengah perjalanan yang masih berlangsung, NASA menegaskan seluruh sistem pesawat berfungsi dengan baik dan kondisi awak tetap prima. Selain menjalankan eksperimen ilmiah, para astronaut juga sempat berkomunikasi dengan keluarga mereka di Bumi-sebuah pengingat bahwa meski semakin jauh, koneksi dengan rumah tetap terjaga.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]