Masih Pancaroba Sepekan ke Depan, Daftar Daerah Ini Berpotensi Hujan
Periode transisi musim hujan ke musim kemarau alias pancaroba diperkirakan masih akan berlanjut selama sepekan ke depan. Simak prediksinya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam beberapa waktu terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial dan Mixed Rossby-Gravity di beberapa wilayah.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh, Kalimantan Barat, Laut Banda-Laut Arafuru, dan perairan utara Papua memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan kofluensi yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
Pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembapan udara yang masih cukup basah di lapisan bawah juga mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan.
Lantas, bagaimana kondisi cuaca sepekan ke depan?
Menurut BMKG, dalam periode sepekan ke depan, variabilitas iklim seperti El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh dominan. Monsun Australia juga diprakirakan akan menguat dan berperan membawa massa udara yang bersifat kering.
Di sisi lain, dominasi aliran angin timur di sebagian besar wilayah menjadi sinyal bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.
Meskipun demikian, potensi hujan sepekan ke depan masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di fase 8,
namun filter spasialnya diprediksi melewati wilayah Aceh.
BMKG juga memprakirakan aktifnya Gelombang Kelvin di Pulau Sumatra, Pulau Jawa bagian barat, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa
Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, dan Pulau Papua. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku
bagian selatan, dan Papua Selatan. Berbagai dinamika atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Samudra Hindia barat Sumatra Barat, Kalimantan Barat, dan Papua. Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Pesisir barat Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Papua, serta di sekitar sirkulasi-sirkulasi siklonik tersebut.
Daftar daerah terdampak
Menurut BMKG cuaca di Indonesia sepekan ke depan umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat.
Periode 21-23 April
Potensi hujan sedang-lebat
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan
Potensi hujan lebat-sangat lebat
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
Periode 24-27 April
Potensi hujan sedang-lebat
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Gorontalo
- Sulaewsi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
- Papua Selatan