Patuhi PP Tunas, YouTube Mulai Sisir Akun Anak di Bawah 16 Tahun

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 06:15 WIB
Ilustrasi. Menteri Komdigi Meutya Hafid mengapresiasi YouTube yang patuhi aturan perlindungan anak. Akun di bawah 16 tahun akan dinonaktifkan secara bertahap. (Foto: AFP/LIONEL BONAVENTURE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan YouTube, yang berada di bawah naungan Google, telah menyampaikan dan melakukan komitmennya untuk mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital, PP Tunas.

Platform video streaming ini akan menyisir akun-akun milik pengguna berusia di bawah 16 tahun.

"Kami ingin menyampaikan bahwa pada hari ini pemerintah mengapresiasi karena YouTube yang dibawahi oleh Google sudah menyampaikan surat kepatuhan. Surat kepatuhannya sudah diserahkan langsung secara resmi kepada Dirjen Wasdig (Pengawasan Ruang Digital)," kata Meutya di Kantor Komdigi, Rabu (22/4).

"Hari ini memang secara perubahan kasat matanya yang bisa dilihat adalah untuk notifikasi atau pemberitahuan batas usia minimum 16 tahun sudah dilakukan oleh platform YouTube," tambah Meutya.

Meutya mengatakan YouTube juga telah memberikan rencana untuk deaktivasi akun-akun. Selain itu, pihak YouTube juga menyampaikan akan menghilangkan iklan-iklan yang menargetkan anak-anak dan remaja di platformnya.

YouTube sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mematuhi aturan PP Tunas, tetapi Komdigi menganggap perubahan yang dilakukan masih setengah hati.

"Ini memang ada perubahan dari bahasa yang sebelumnya ditempelkan di community guidelines YouTube "mungkin 16 tahun" menjadi sudah firm bahwa tidak boleh di 16 tahun ke bawah," jelas Meutya.

Dalam kesempatan yang sama, ⁠Danny Ardianto Kepala Hub Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Pasifik menyatakan pihaknya sejalan dengan pemerintah untuk terus mendukung pelindungan anak dan remaja di Indonesia.

"Kami dari YouTube sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mendukung pelindungan untuk anak dan remaja di Indonesia. Kami telah berinvestasi di bidang ini selama lebih dari satu dekade terakhir," ujarnya.

"Kami terus berfokus pada komitmen kami untuk menjaga ruang digital di platform kami tetap aman dan kemudian juga mendukung agar generasi digital di masa mendatang akan terus aman," tambahnya.

Terkait proses deaktivasi akun, Danny tidak memberikan rincian lebih lanjut bagaimana proses tersebut akan dilakukan. Ia hanya mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan Komdigi selama prosesnya berjalan.

Lebih lanjut, Meutya menambahkan bahwa proses deaktivasi ini dilakukan secara bertahap. Artinya, beberapa anak dan remaja mungkin masih bisa mengakses akun mereka ketika anak dan remaja lain sudah dinonaktifkan.

"Namun demikian dari pemerintah akan terus meminta laporan angka per angka dari para platform untuk memastikan bahwa inisiasi itu juga ditindaklanjuti dengan gerakan-gerakan nyata untuk mendeaktivasi akun-akun anak yang berada di ranah digital atau di platform tersebut," jelas Meutya.

Nasib akun di bawah 16 tahun

Dalam laman dukungannya, Google menjelaskan bahwa akun anak di bawah 16 tahun mungkin akan dinonaktifkan berdasarkan ketentuan community guidelines terbaru mereka.

Google menyebut data dan konten akun yang dinonaktifkan akan tersedia kembali saat pengguna berusia 16 tahun.

Namun, Google juga memberikan beberapa opsi kepada pengguna yang mungkin terdampak kebijakan terbaru ini, yaitu mendownload atau menghapus data dan konten mereka.

Berikut cara mendownload data dan konten YouTube:

1. Buka Google Takeout.
2. Di bagian "BUAT EKSPOR BARU", centang kotak YouTube dan YouTube Music.
3. Pilih Langkah berikutnya.
4. Isi formulir "Pilih jenis file, frekuensi & tujuan".
5. Pilih Buat ekspor.

Berikut cara menghapus data dan konten YouTube:

1. Buka myaccount.google.com/youtubeoptions.
2. Pilih Saya ingin menghapus konten secara permanen.
3. Pilih opsi yang tepat untukmu.
4. Pilih Hapus konten saya.

(lom/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK