Peringatan Dini Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Sumut, Ini Penyebabnya

CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 15:30 WIB
BMKG Medan peringatkan potensi hujan lebat di Sumut akibat aktivitas MJO. Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem dan dampaknya.
Ilustrasi. BMKG Medan peringatkan potensi hujan lebat di Sumut akibat aktivitas MJO. Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem dan dampaknya. (Foto: iStockphoto/Polina Panna)
Medan, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini terpantau aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aktivitas MJO yang aktif berkontribusi terhadap peningkatan labilitas atmosfer di wilayah Sumatera Utara," ujar Hendro, Senin (27/4).

Menurut Hendro kondisi tersebut mendorong proses konveksi atau pengangkatan massa udara ke lapisan atas atmosfer, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.

"Selain itu, terdapat pula daerah pertemuan angin atau konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari pesisir barat hingga wilayah pegunungan Sumatera Utara," jelasnya.

Faktor-faktor tersebut memperkuat pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari terakhir. BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya pada 23 April 2026 di ARG Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan dengan curah hujan mencapai 118,8 mm

"Kemudian pada 24 April di Pos Hujan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan tercatat 64,8 mm, serta pada 25 April di Pos Hujan Sihonongan dengan curah hujan 64,0 mm," paparnya.

Hendro menyebut, potensi hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini juga dipengaruhi oleh keberadaan gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby yang turut aktif di wilayah Sumatera Utara.

"Di sisi lain, pada skala lokal, pemanasan udara permukaan pada siang hari yang cukup kuat turut meningkatkan labilitas atmosfer. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang," urainya.

Sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Langkat, Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara.

"Kemudian Simalungun, Toba, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padangsidimpuan, Sibolga, Mandailing Natal, Padang Lawas, hingga Padang Lawas Utara," ucapnya.

Hendro mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan dampak seperti genangan, banjir, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi.

"Masyarakat juga diingatkan untuk rutin memantau informasi resmi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, serta melakukan langkah antisipasi di lingkungan masing-masing guna meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi," paparnya.

(fnr/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]