Masuk Bulan Mei, Apakah Jakarta Sudah Musim Kemarau? Ini Kata BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian wilayah Jakarta sudah masuk musim kemarau pada awal Mei. Data terbaru BMKG menunjukkan saat ini sekitar 12,8 persen atau 90 zona musim (ZOM) telah masuk musim kemarau.
"Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 12,8 persen wilayah Indonesia (90 ZOM) mengalami Musim Kemarau," tulis BMKG di Instagramnya, Minggu (3/5).
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Kep. Riau, sebagian kecil Banten, dan sebagian Jakarta.
Selain itu, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, dan sebagian Maluku juga sudah masuk musim kemarau.
Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memperkirakan wilayah Jakarta akan masuk musim kemarau pada dasarian pertama bulan Mei.
Sementara itu, dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026, BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta memulai musim kemarau pada Mei.
ZOM BantenDKI 15 disebut berpotensi memulai musim kemarau pada Mei dasarian pertama, sedangkan BantenDKI 16 diprediksi masuk musim kemarau pada Mei dasarian kedua. Keduanya disebut memulai musim kemarau lebih cepat satu dasarian dibandingkan rata-rata klimatologisnya.
ZOM BantenDKI 15 meliputi Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah), Jakarta Pusat (Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, Tanah Abang ), Jakarta Timur (Jatinegara, Makasar, Pulogadung, Matraman), serta Jakarta Selatan (Kebayoran).
Sementara itu, BantenDKI 16 meliputi Jakarta Selatan (Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagaraksa, Pasar Minggu), Jakarta Timur (Cipayung, Kramatjati, Ciracas, Pasar Rebo).
Secara umum, BMKG memperkirakan sebanyak 184 ZOM (26,3 persen) dan 163 ZOM (23,3 persen) baru akan memasuki musim kemarau pada Mei dan Juni.
Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).
Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.
(lom/dmi)