Sains Ungkap Penyebab Rumah Tua Terasa Angker, Bukan Ada 'Penunggunya'
Para ilmuwan mengungkap alasan ilmiah mengapa sejumlah rumah tua terkesan angker dan mencekam. Ternyata, penyebabnya bukan karena ada 'penunggu' atau makhluk halus di rumah tersebut. Lantas, apa penyebabnya?
Penelitian terbaru yang diterbitkan di Frontiers in Behavioral Neuroscience, mengungkap bahwa gelombang infrasonik yang dipancarkan oleh pipa, boiler, dan sistem pemipaan tua di dalam bangunan dapat memengaruhi suasana hati seseorang secara negatif, sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman dan gelisah.
Perasaan itulah yang kemudian mendorong sebagian orang, terutama yang mempercayai hal-hal mistis, untuk menyimpulkan bahwa rumah tersebut berhantu.
"Yang mungkin dilakukan infrasonik adalah memberikan sedikit ketidaknyamanan fisik, yang kemudian bisa dikaitkan dengan penjelasan soal hantu atau rumah berhantu," kata Rodney Schmaltz, psikolog dari MacEwan University di Kanada sekaligus penulis studi ini, melansir Futurism, Sabtu (2/5).
"Bagi seseorang yang tidak condong berpikir soal hantu, sensasi yang sama mungkin hanya akan terasa seperti bangunan tua yang pengap dan tidak nyaman. Bagi seseorang yang sudah terkondisi, itu mungkin terasa seperti bukti kehadiran roh," lanjut dia.
Infrasonik merupakan gelombang suara pada frekuensi di bawah 20Hz, di luar jangkauan pendengaran manusia pada umumnya. Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manusia dapat mendeteksi gelombang pada frekuensi rendah ini secara bawah sadar.
Schmaltz sebelumnya telah menguji dugaan ini dalam sebuah eksperimen di mana para peserta diminta berjalan melewati wahana rumah hantu yang dilengkapi speaker infrasonik di berbagai sudut. Ketika speaker tersebut diaktifkan, Schmaltz menemukan bahwa para peserta berjalan lebih cepat melewati bangunan itu.
Lihat Juga : |
Untuk menguji hipotesis ini secara lebih ketat, para peneliti merekrut 36 relawan yang diminta mendengarkan musik menenangkan atau musik yang terasa mencekam. Pada separuh sesi, peneliti memutarkan suara infrasonik tanpa memberi tahu para peserta.
Hasilnya, para peserta tidak bisa mendeteksi kapan infrasonik diputar, tapi mereka jadi lebih gelisah ketika gelombang itu aktif, terlepas dari jenis musik yang sedang diputar.
Temuan paling kuat dari penelitian ini adalah kadar kortisol dalam air liur peserta yang terpapar infrasonik lebih tinggi, menandakan bahwa respons stres tubuh mereka aktif.
"Baik mereka mendengarkan musik instrumental yang menenangkan maupun sesuatu yang mencekam, infrasonik menggeser suasana hati dan respons stres mereka ke arah yang negatif," kata Schmaltz.
"Dengan kata sederhana, kamu tidak bisa mendengar infrasonik, tapi tubuh dan suasana hatimu tampaknya meresponsnya, dan respons itu cenderung tidak menyenangkan," lanjut dia.
Ia menduga bahwa gemuruh pipa di ruang bawah tanah dan getaran aneh lainnya yang biasa ditemukan di bangunan tua yang terkesan angker bisa menghasilkan gelombang infrasonik tersebut.
Kendati begitu, para peneliti tidak serta-merta mengklaim berhasil memecahkan seluruh misteri rumah berhantu. Perasaan mencekam di sebuah bangunan kemungkinan besar muncul dari kombinasi berbagai faktor, dan infrasonik hanya salah satunya.
Penelitian ini juga belum bisa menjelaskan laporan penampakan visual yang dialami sebagian orang. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan apakah lokasi-lokasi yang dikenal angker memang memiliki kadar infrasonik yang tinggi.
(dmi/dmi)